Belanja Pemerintah Tumbuh 29,4%, Realisasi MBG Capai Rp98,8 Triliun

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Belanja Pemerintah Tumbuh 29,4%, Realisasi MBG Capai Rp98,8 Triliun

Eko Nordiansyah • 23 July 2026 12:00

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun sampai semester I-2026. Realisasi belanja ini tumbuh 29,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp1.003,6 triliun.

Dikutip dari data APBN Kemenkeu, Kamis, 23 Juli 2026, belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp658,9 triliun atau 43,6 persen terhadap target APBN 2026. Kemudian belanja non-kementerian/lembaga Rp639,7 triliun.

"Belanja K/L dipengaruhi antara lain pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG), penyaluran bansos (PBI JKN, kartu sembako, PKH, dan KIP Kuliah), pembangunan infrastruktur, serta pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13," tulis Kemenkeu.


(Realisasi belanja K/L. Foto: Dok Kemenkeu)

Realisasi MBG

Untuk program MBG, Kemenkeu mencatat realisasi sebesar Rp98,8 triliun dari total Rp101,1 triliun. Di pos belanja barang juga ada penyaluran dana BOS swasta Rp4,8 triliun, insentif biodiesel Rp20,1 triliun, pelayanan kesehatan UPT Rp7,8 triliun, dan stabilisasi pangan Rp3,2 triliun.

Selanjutnya, belanja pegawai pemerintah tercatat Rp203,8 triliun atau tumbuh 24,8 persen (yoy). Peningkatan ini didorong pengangkatan ASN baru sebanyak 355 ribu, akselerasi pembayaran tunjangan pendidik non-PNS, serta realisasi THR dan gaji ke-13.

Lalu belanja modal tercatat sebesar Rp109,4 triliun atau tumbuh 14 persen. Peningkatan belanja modal terdiri dari belanja jalan, irigasi, dan jaringan Rp19,5 triliun, belanja peralatan dan mesin Rp67,4 triliun, dan belanja gedung dan bangunan Rp19,1 triliun.

Secara keseluruhan, belanja negara tercatat sebesar Rp1.656 triliun atau tumbuh 17,8 persen dibandingkan periode sama di 2205. Belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.298,6 triliun, dan transfer ke daerah sebesar Rp357,4 triliun.

"Kami optimis APBN akan menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi ke depan," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

(Eko Nordiansyah)