Remaja di Tangsel Hanyut Terseret Arus Sungai Cisadane

Petugas SAR gabungan melakukan opersi pencarian dan penyelamatan terhadap remaja yang diduga terseret di aliran Sungai Cisadane, Tangerang, Banten. ANTARA/HO-SAR Jakarta

Remaja di Tangsel Hanyut Terseret Arus Sungai Cisadane

Silvana Febiari • 26 July 2026 15:09

Tangerang Selatan: Remaja berinisial NAS (13), warga Setu, Tangerang Selatan, Banten, hanyut terseret arus Sungai Cisadane. Tim Rescue Kantor SAR Jakarta bersama TNI/Polri langsung melakukan pencarian dengan menyisir bantaran sungai di bawah Perumahan Pesona Serpong.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan operasi pencarian dilakukan SAR setelah mendapat informasi adanya korban yang terseret arus di Sungai Cisadane pada Sabtu, 25 Juli 2026.

"Korban NAS, warga RT 05 RW 02, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu. Informasinya korban hanyut saat berenang bersama enam orang rekannya pada Sabtu sekitar pukul 14.40 WIB," ujar Desiana, dilansir dari Antara, Minggu, 26 Juli 2026. 
 


Dalam insiden tersebut, korban diduga tidak dapat berenang hingga terseret arus sungai. Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun gagal karena derasnya arus.

Atas peristiwa tersebut, pihaknya langsung mengerahkan personel dengan peralatan lengkap untuk melakukan misi penyelamatan.

"Kami kerahkan personel Rescue Kantor SAR Jakarta menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan SAR air untuk melaksanakan upaya pencarian terhadap korban," katanya.

Pada operasi pencarian ini, unsur SAR melibatkan personel gabungan antara TNI/Polri, relawan hingga pemerintah daerah setempat agar selama proses menyelamatkan berjalan dengan efektif dan optimal.

"Operasi pencarian dilakukan bersama unsur SAR gabungan dengan mengedepankan keselamatan personel serta koordinasi yang baik agar proses pencarian dapat berlangsung secara efektif dan optimal," paparnya.


Ilustrasi korban tenggelam. (Metrotvnews.com)


Upaya pencarian dilakukan dengan membagi personel SAR gabungan ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Tujuannya mengoptimalkan cakupan area pencarian.

Selanjutnya, pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dengan radius sekitar 300 meter. Tim SAR juga melakukan penyisiran menggunakan perahu karet ke arah utara sejauh 3 kilometer serta pencarian visual melalui jalur darat di sepanjang bantaran Sungai Cisadane sejauh 2 kilometer.

"Diharapkan operasi gabungan ini bisa berjalan lancar dan aman agar korban segera ditemukan," harap dia.

(Silvana Febiari)