Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Siap untuk Tahun Ajaran 2026

Ilustrasi, pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat. Foto: dok Brantas Abipraya.

Menteri PU Pastikan Sekolah Rakyat Siap untuk Tahun Ajaran 2026

Husen Miftahudin • 20 April 2026 18:59

Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menunjukkan perhatian dan komitmen tinggi terhadap kualitas pembangunan infrastruktur nasional, khususnya untuk Proyek Sekolah Rakyat (SR).
 
Dalam tiap kunjungannya ke proyek pembangunan SR, ia memberikan arahan tegas guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai standar mutu, waktu, dan keselamatan kerja yang telah ditetapkan, agar siap untuk tahun ajaran baru 2026.
 
"Saya ingin setiap pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas terbaik serta mengedepankan keselamatan kerja. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa," ujar Dody seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.
 
Menanggapi hal tersebut, PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai kontraktor pelaksana menyampaikan apresiasi atas perhatian dan arahan yang diberikan. BUMN Konstruksi ini memandang masukan tersebut sebagai bentuk penguatan pengawasan serta dorongan untuk terus meningkatkan kualitas kinerja di lapangan.
 
Saat ini, Brantas Abipraya tengah melakukan percepatan Pembangunan SR di seluruh Lokasi yang BUMN ini kerjakan guna memperkuat akses pendidikan, sejalan dengan program prioritas pemerintah.
 
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana menyatakan pihaknya segera melakukan langkah-langkah percepatan dan perbaikan di berbagai aspek proyek, termasuk peningkatan pengawasan teknis, optimalisasi manajemen proyek, serta penegakan disiplin terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
 
Ditambahkannya, dalam setiap proyek, dinamika pelaksanaan merupakan bagian dari proses konstruksi, namun Brantas Abipraya tetap fokus pada solusi melalui evaluasi menyeluruh serta langkah percepatan agar penyelesaian tetap sesuai kontrak.
 
Lebih dari sekadar strategi dan manajemen, Dian menekankan bahwa percepatan ini ditopang oleh dedikasi luar biasa para insan proyek. Dalam kondisi tertentu, pekerjaan dilakukan siang dan malam, dengan jumlah tenaga kerja di satu lokasi dapat mencapai hingga 500 orang yang bekerja secara bergantian untuk memastikan target tetap tercapai.
 
"Di balik setiap progres yang terlihat, ada kerja keras teman-teman di lapangan yang luar biasa. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu, dalam berbagai kondisi, dengan semangat dan komitmen tinggi untuk menyelesaikan proyek ini. Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang dedikasi, kebersamaan, dan tanggung jawab kepada masyarakat," ungkap Dian.
 

Baca juga: Demi Generasi Emas 2045, Pembangunan Sekolah Rakyat Didorong Tepat Waktu


(Ilustrasi sekolah rakyat. Foto: dok Metrotvnews.com)
 

Dukung pemerataan akses pendidikan berkualitas

 
Lebih lanjut, Dian menegaskan percepatan pembangunan SR ini merupakan bagian dari kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
 
"Semangat teman-teman di lapangan adalah representasi nyata dari Asta Cita, bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang menghadirkan harapan, membuka akses pendidikan, dan membangun masa depan generasi bangsa," tambah dia.
 
Sebagai informasi, secara desain, SR mengusung konsep asrama terpadu dengan fasilitas seragam di seluruh Indonesia. Fasilitas tersebut mencakup gedung SD, SMP, dan SMA; rumah susun guru; asrama siswa; masjid; gedung serbaguna; kantin; hingga sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan basket. Model ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar terintegrasi sekaligus mendukung pembinaan karakter.
 
Dalam hal ini, Brantas Abipraya berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam penyediaan infrastruktur pendidikan yang berkualitas. Proyek Sekolah Rakyat ini merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan akses pendidikan yang layak dan merata di Indonesia.
 
Ke depan, Brantas Abipraya akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan optimal, transparan, dan akuntabel.
 
"Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaian proyek ini, tentunya dengan mengutamakan kualitas terbaik, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja," tutup Dian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)