Menlu Turki: Israel akan Jadikan Turki Sebagai Musuh Baru Usai Iran

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan. (Anadolu)

Menlu Turki: Israel akan Jadikan Turki Sebagai Musuh Baru Usai Iran

Riza Aslam Khaeron • 16 April 2026 11:12

Ankara: Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan Israel kemungkinan akan mengalihkan fokus strategisnya untuk menjadikan Turki sebagai lawan regional berikutnya setelah Iran. Peringatan ini disampaikan Fidan di tengah ketegangan yang terus berlangsung di kawasan di Timur Tengah.
 
Berdasarkan laporan TRT World pada Senin, 13 April 2026, Fidan menjelaskan kepada Anadolu Agency bahwa Israel "mungkin berusaha menetapkan Turki sebagai musuh baru setelah Iran." Ia berpendapat bahwa Israel "tidak dapat mempertahankan dirinya tanpa musuh,".

Fidan mendorong negara-negara di Timur Tengah untuk menyepakati sebuah tatanan keamanan regional yang resmi. Kerangka tersebut diharapkan berlandaskan pada penghormatan terhadap kedaulatan, kesatuan wilayah, serta stabilitas keamanan nasional setiap negara.

Menurutnya, kesepakatan semacam itu krusial untuk menciptakan hubungan yang stabil dan berkelanjutan di kawasan.

Terkait situasi di Lebanon, Fidan menilai operasi militer yang dilancarkan Israel menunjukkan pola yang serupa dengan agresi di Gaza.
 
Baca Juga:
AS Dilaporkan Tingkatkan Persiapan Operasi Militer ke Kuba

Ia menyoroti masifnya kerusakan pada sektor pemukiman dan sarana publik sebagai bentuk dari apa yang ia sebut sebagai kampanye pengosongan populasi.

Berlanjut ke isu Suriah, Fidan memberikan peringatan bahwa serangan-serangan Israel di wilayah tersebut menjadi "area masalah besar" yang membawa "risiko serius" bagi keamanan Turki.

Kemudian ke konflik Iran, Fidan mengatakan Iran dan Amerika Serikat tampak "tulus" dalam mempertahankan proses negosiasi gencatan senjata, tetapi memperingatkan bahwa “aktor eksternal” masih dapat mengganggu kemajuan.
 

Hubungan Israel-Turki Menegang


Presiden Israel Isaac Herzog (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) menghadiri konferensi pers setelah pertemuan mereka di Ankara, Turki, 9 Maret 2022. (EPA-EFE/STR)

Melansir Times of Israel, ini bukanlah kali pertama pejabat tinggi Turki mengisyaratkan bahwa Israel akan mengincar Turki. Pada 2024, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sempat mengeklaim bahwa Israel pada akhirnya akan "mengarahkan pandangannya" ke Turki jika mereka berhasil mengalahkan Hamas di Jalur Gaza setelah perang di jalur tersebut pecah pada bulan Oktober 2023.

Pemimpin Turki tersebut juga kerap menyatakan dukungannya terhadap Hamas yang ia anggap sebagai pembela tanah air mereka.

Pada Minggu, 12 April 2026, para pemimpin Israel mengecam keras Erdogan setelah jaksa penuntut di Turki dilaporkan mengajukan dakwaan terhadap 35 pejabat tinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan tuntutan total hukuman penjara lebih dari 4.500 tahun.

Netanyahu kemudian menuduh Erdogan melakukan pembantaian terhadap warga Kurdi di negaranya sendiri. Senada dengan itu, Menteri Pertahanan Israel Katz dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir juga menanggapi dengan unggahan yang menyudutkan Erdogan.

Kementerian Luar Negeri Turki membalas pernyataan Netanyahu dengan menyebut Netanyahu tersebut sebagai "Hitler di masa kita."

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)