Korban Tewas Banjir Bandang Solok Bertambah Jadi 2 Orang

Tim SAR gabungan berhasil menemukan sisa satu korban hilang pada Jumat, 25 September 2026. Foto: BPBD Kab. Solok

Korban Tewas Banjir Bandang Solok Bertambah Jadi 2 Orang

Silvana Febiari • 26 September 2026 09:34

Solok: Korban hilang dalam banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, ditemukan meninggal dunia pada Jumat, 25 September 2026. Kini, total korban tewas akibat banjir bandang tersebut menjadi dua orang.

"Satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan. Setelah dilakukan operasi pencarian dengan mengerahkan berbagai unsur dan sumber daya, korban terakhir yang dinyatakan hilang akhirnya berhasil ditemukan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 26 September 2026. 

Kedua korban meninggal dunia masing-masing berinisial DA (21) dan A (59). Setelah seluruh korban hilang berhasil ditemukan, operasi pencarian dinyatakan selesai dan penanganan selanjutnya difokuskan pada pembersihan serta pemulihan wilayah terdampak.


Banjir bandang terjadi sekitar pukul 19.45 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok, Senin, 21 September 2026. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit sejumlah aliran sungai, termasuk Sungai Batang Laso, serta longsor pada bukit di sekitar aliran sungai.

Material longsoran berupa pasir, batu, lumpur dan air kemudian menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan permukiman di sekitarnya. Material banjir juga sempat meluap hingga badan Jalan Raya Solok–Padang yang berada di sekitar kawasan perkantoran pemerintah daerah.

"Selain korban meninggal dunia, empat warga mengalami luka. Tiga korban mengalami luka ringan, sedangkan satu korban mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang," ungkap Berton. 

Dampak bencana juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pemerintahan. Sebanyak 12 gedung perkantoran terdampak, terdiri atas enam gedung mengalami kerusakan berat dan enam gedung mengalami kerusakan ringan.

Pada sektor permukiman, sementara tercatat 98 rumah terdampak. Rinciannya terdiri atas 19 rumah rusak berat, 16 rumah rusak sedang, 52 rumah rusak ringan, delapan rumah terendam dan tiga rumah berada dalam kondisi rawan.

"Banjir bandang juga berdampak terhadap tujuh kendaraan roda empat, sedangkan pendataan kendaraan roda dua masih dilakukan," papar Berton. 

Pada sektor pertanian, bencana diperkirakan berdampak terhadap sekitar 57 hektare lahan. Rinciannya terdiri atas 42 hektare sawah dan 15 hektare lahan kering.

Dampak terhadap infrastruktur juga tercatat pada lima ruas jalan dan dua jembatan. Gangguan jaringan air bersih terjadi pada lima kompleks perumahan yang membutuhkan percepatan pemulihan jaringan serta dukungan tandon air.

"Jumlah warga yang mengungsi diperkirakan mencapai 480 orang. Warga mengungsi di sejumlah titik, termasuk rumah dinas wakil bupati, rumah dinas bupati, rumah ladang, masjid, serta pengungsian secara mandiri," terang Berton. 


Tim SAR gabungan berhasil menemukan sisa satu korban hilang pada Jumat, 25 September 2026. Foto: BPBD Kab. Solok


Setelah operasi pencarian selesai, tim gabungan fokus membersihkan material banjir, memetakan wilayah terdampak, dan mendata pengungsi. PLN memperbaiki jaringan listrik yang terputus, sementara petugas pekerjaan umum menangani aliran sungai dan infrastruktur terdampak.

Pemulihan jaringan air bersih juga terus dilakukan melalui perbaikan jalur pipa yang rusak akibat material banjir bandang.

Dukungan logistik dan peralatan melalui Dana Siap Pakai BNPB yang tiba pada 24 September 2026 telah mendukung penanganan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi 117 paket sembako, satu koli masaji, dua koli selimut, 50 koli family kit, 50 paket alat kebersihan, 50 helm rescue dan 50 pasang sepatu boot.

BNPB bersama pemerintah daerah terus mempercepat pendataan masyarakat terdampak, termasuk data rumah rusak, pengungsi dan kebutuhan dasar. Data tersebut akan dipadupadankan dengan data kependudukan untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Solok juga menyiapkan Surat Keputusan Bupati mengenai data rumah rusak berat, sedang dan ringan. Data estimasi untuk dukungan hunian sementara ditargetkan tersedia pada 28 September 2026.

BNPB mengarahkan agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama berada di tenda pengungsian. Pemerintah daerah diminta menyiapkan alternatif tempat tinggal sementara yang aman dan layak, khususnya bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Penanganan selanjutnya akan diarahkan pada pemulihan layanan dasar dan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Kajian teknis dan risiko terhadap wilayah terdampak juga akan dilakukan sebagai dasar penanganan infrastruktur dan hunian masyarakat.

Seluruh korban yang dilaporkan hilang dalam banjir bandang Kabupaten Solok kini telah ditemukan. Penanganan dilanjutkan dengan pembersihan material, pemenuhan kebutuhan dasar warga, dan percepatan pemulihan wilayah terdampak.

(Silvana Febiari)