Toko Buku Sinar Kasih setia menjaga nyala literasi di sudut Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Metrotvnews/Afifah Alfina.
Menjaga Nyala Literasi di Sudut Stasiun Gambir
Metro TV • 24 September 2026 21:16
Jakarta: Di sudut Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Toko Buku Sinar Kasih menjadi saksi bisu kejayaan media cetak sejak 1981. Toko buku mungil di dekat pintu utara stasiun itu hingga kini masih setia menjajakan majalah, koran, hingga novel, di samping deretan mainan anak.
Sang pemilik, Dedy, mengatakan bahwa usahanya terinsipirasi dari kakak iparnya yang lebih dulu melapak di area Stasiun Gambir. Meski digitalisasi perlahan menggeser minat membaca buku cetak, dia tetap bertahan.
"Antusiasme masyarakat terhadap toko buku ini masih ada, walaupun semakin kecil jumlahnya. Dan juga karena kita sudah membuka toko buku dan media cetak di stasiun gambir dari tahun 1981 makanya kita sudah dikenal orang dan punya pelanggan setia di stasiun gambir pada toko kami,” kata Dedy kepada Metrotvnews.com, Kamis, 24 September 2026.
“Karena kami hobi membaca buku jadi kita enjoy aja jualan buku walaupun media cetak dan buku sudah jarang lakunya sekarang, karena jaman medsos dan digital,” ujar Dedy.
Siasat Bertahan
Untuk menyiasati penurunan penjualan bahan bacaan, Dedy bermanuver dengan menambah ragam produk jualan. Ia mulai menawarkan produk minuman, aksesori ponsel, hingga mainan anak demi menjaga keberlangsungan tokonya.“Yang pasti jumlahnya (omzet) menurun jauh karena media cetak sudah pada tutup semua, mengurangi pemasukan kami. Padahal dulu media cetak yang menjadi pemasukan utama kami. Makanya untuk bisa menutup biaya sewa toko kami menjual kopi dan lainnya sekarang ini. Kalo dulu kami full hanya menjual buku dan media cetak saja,” kata Dedy.
Senada, Ukay, penjaga Toko Buku Sinar Kasih mengungkapkan kini justru minuman yang paling laris di toko buku itu. Pembelinya paling banyak dari sopir taksi dan sejumlah karyawan stasiun. Sementara itu, pembeli buku dan majalah makin jarang ditemuinya.

Deretan buku dan majalah di Toko Buku Sinar Kasih. Foto: Metrotvnews/Afifah Alfina.
Dia juga menjadi saksi menyusutnya minat pembeli media cetak. Pria yang telah lebih dari 10 tahun mendampingi Dedy berjualan itu mengenang masa-masa saat pelanggan masih ramai berdatangan.
“Dulu waktu telepon masih pakai koin di wartel itu pembeli masih banyak. Sekarang seminggu aja kadang ada, bisa jadi engga,” ungkap Ukay.
(Afifah Alfina)