Ilustrasi Kompleks Parlemen. Foto: Metrotvnews.com/Fachri.
Perkecil Defisit Anggaran, Legislator NasDem Dorong Reformasi Birokrasi dan Perpajakan
Rahmatul Fajri • 18 February 2026 16:57
Jakarta: Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi NasDem, Fauzi H. Amro menyoroti disiplin fiskal dan potensi pelebaran defisit anggaran yang mengancam stabilitas ekonomi. Hal ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Evaluasi Perekonomian 2025 dan Prospek 2026.
Fauzo mengungkapkan realisasi penerimaan pajak tahun lalu yang hanya menyentuh angka 86,7 persen menjadi catatan merah bagi pemerintah. Jika tren ini berlanjut, ia mengkhawatirkan ruang fiskal negara akan semakin menyempit.
“Kalau pola (penerimaan pajak yang rendah) ini terulang di 2026, defisit anggaran bisa menembus batas aman 3 persen. Reformasi perpajakan dan pembenahan birokrasi internal harus diperkuat agar pendapatan negara terpenuhi tanpa mengganggu program pemerintah,” kata Fauzi dalam keterangannya, Rabu, 18 Februari 2026.
Baca Juga :
Kuota Internet Hangus Rugikan Warga Rp63 Triliun Per tahun Berpotensi Langgar Hak Konstitusional
Meski memberikan catatan kritis pada sektor pajak, Fauzi menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di masa depan masih realistis untuk dicapai. Syaratnya, pemerintah harus fokus memberikan intervensi kebijakan pada sektor manufaktur dan agrikultur yang selama ini menjadi penyumbang utama pertumbuhan nasional.
Berdasarkan evaluasi kinerja 2025, pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,11 persen. Fauzi memandang sektor industri pengolahan dan pertanian membutuhkan perhatian lebih serius untuk mendongkrak angka tersebut.
“Dua sektor ini adalah kontributor tertinggi. Jika ditangani dengan intervensi kebijakan yang tepat, pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan hal yang mustahil,” ujarnya.

Ilustrasi penghitungan APBN. Foto: Dok. MI.
Di sisi lain, Fauzi mengapresiasi kinerja pemerintah pada sektor pendapatan nonpajak. Ia mencatat capaian cukai sudah hampir menyentuh 100 persen, sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bahkan berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Fauzi menekankan konsistensi kebijakan di awal tahun, khususnya pada Januari dan Februari, akan menjadi penentu capaian ekonomi selama 11 bulan ke depan. Ia mendorong pemerintah segera mengoptimalkan ruang fiskal yang ada agar program-program strategis nasional tetap berjalan sesuai rencana.
“Kami di NasDem ingin melihat outlook ekonomi yang lebih realistis namun berkualitas. Evaluasi ini penting agar fondasi ekonomi kita berkelanjutan hingga akhir tahun,” ungkap Fauzi.