Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)
BPBD Gunungkidul Siapkan 1.500 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau
Ahmad Mustaqim • 19 May 2026 18:51
Gunungkidul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiap 1.500 tangki air bersih menghadapi kemarau 2026. Sejumlah armada disiapkan untuk mendistribusikan bantuan air bersih tersebut.
"Kami sudah menyiapkan empat armada untuk mendistribusikan ke wilayah rawan," kata Kepala BPBD Kabupaten Gunungkidul Purwono pada Selasa, 19 Mei 2026.
Purwono menjelaskan ada sekitar 13 kecamatan, dari total 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, yang masuk kategori rawan kekeringan saat kemarau yang diperkirakan masa puncaknya pada Agustus-September 2026. Belasan kecamatan itu, kawasan selatan dan timur Kabupaten Gunungkidul diperkirakan menjadi wilayah paling rawan terdampak kekeringan.
"Kawasan selatan ini distribusi air bersih lebih sulit dibanding wilayah lain," ujarnya.
.jpg)
Ilustrasi-Area persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang kekeringan akibat musim kemarau. (DOK.PEMKABBEKASI)
Beberapa kecamatan yang hampir selalu terdampak masif kekeringan seperti Gedangsari, Panggang, Purwosari, Paliyan, Rongkop, Patuk, Nglipar, dan Tanjungsari. Purwono mengatakan persiapan air bersih 2026 jauh lebih besar dibanding 2025 yang hanya 300 tangki air bersih.
"Untuk memudahkan distribusi kami berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kalurahan agar distribusi berjalan lancar," ujar dia.
Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga November. Hingga saat ini, Purwono menyatakan belum menerima permintaan pengiriman bantuan air bersih.
"Nanti pas ada permintaan langsung kami tindak lanjuti. Biasanya permintaan droping mulai meningkat pada pertengahan hingga akhir musim kemarau," jelasnya.