Jalan Nasional Penghubung Tulungagung-Trenggalek Ditutup Total Selama 6 Bulan, Ini 3 Jalur Alternatif

Pekerja mengoperasikan alat berat untuk membongkar lapisan aspal Jembatan Gondang, ruas jalan nasional Tulungagung-Trenggalek di Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (2/6/2026). ANTARA/Destyan Sujarwoko

Jalan Nasional Penghubung Tulungagung-Trenggalek Ditutup Total Selama 6 Bulan, Ini 3 Jalur Alternatif

Whisnu Mardiansyah • 2 June 2026 22:19

Tulungagung: Akses jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, resmi ditutup total mulai Selasa, 2 Juni 2026. Penutupan ini dilakukan dalam rangka mendukung proyek perbaikan Jembatan Gondang yang terletak di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila, menyampaikan penutupan diberlakukan mulai pukul 14.30 WIB hingga 11 Desember 2026, atau sekitar enam bulan ke depan.

Menurut Taufik, perbaikan jembatan dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyusul adanya kerusakan pada struktur pondasi jembatan yang menjadi jalur utama penghubung antara kedua kabupaten.

Selama masa penutupan, kendaraan roda dua dan roda empat dialihkan melalui tiga jalur alternatif, yaitu jalur Gondang-Kauman, Mojoarum-Pampang, serta Malasan-Gempolan.

Sementara itu, kendaraan angkutan barang dan kendaraan dengan tonase besar diwajibkan melintas melalui jalur Simpang Empat Tamanan menuju Kecamatan Bandung, sebelum akhirnya kembali ke ruas jalan nasional yang menuju arah Trenggalek.
 


"Kendaraan roda enam tidak diperbolehkan melintasi jalur alternatif yang disiapkan untuk kendaraan ringan. Jika melanggar, akan kami tindak sesuai ketentuan," kata Taufik Nabila di Tulungagung, Selasa, 2 Juni 2026.

Untuk mendukung rekayasa lalu lintas, Polres Tulungagung bersama Dinas Perhubungan menerjunkan sekitar 20 personel gabungan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.

Petugas disiagakan di Simpang Empat Tamanan, Simpang Empat Kauman, dan di depan Polsek Gondang untuk mengarahkan para pengguna jalan menuju jalur pengalihan yang telah disiapkan.


Ilustrasi Medcom.id

Kepolisian memperkirakan bahwa kepadatan arus lalu lintas masih berpotensi terjadi pada masa awal penutupan, karena masih banyak pengguna jalan yang perlu beradaptasi dengan perubahan rute perjalanan. Namun, kondisi tersebut diperkirakan akan berangsur normal setelah masyarakat memahami pola rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama proyek berlangsung.

"Pada tahap awal, kami fokus pada pelayanan dan pengaturan arus kendaraan. Setelah kondisi stabil, pengawasan akan dilakukan melalui patroli rutin," ujar Taufik.

(Whisnu M)