Pergerakan bursa saham pada indeks Kospi. Foto: Xinhua/Jun Hyosang.
Bursa Saham Asia Melemah, Kospi Ambles 6%
Husen Miftahudin • 17 July 2026 08:47
Seoul: Bursa saham Asia ditutup melemah pada perdagangan Kamis. Tekanan terbesar berasal dari saham-saham semikonduktor Korea Selatan, sementara meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut membebani sentimen investor.
Pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) sebagai indikator permintaan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sementara itu, kontrak berjangka indeks saham AS bergerak cenderung datar setelah Wall Street ditutup menguat tipis pada perdagangan sebelumnya.
Mengutip Investing.com, Jumat, 17 Juli 2026, indeks Kospi Korea Selatan merosot lebih dari enam persen, sehingga memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt). Tekanan dipimpin oleh saham produsen chip terbesar Korea Selatan. Saham SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing turun sekitar 8 persen hingga 11 persen, mengikuti aksi jual di sektor semikonduktor global.
Di sisi lain, Bank of Korea menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,75 persen. Bank sentral menilai langkah tersebut diperlukan untuk meredam tekanan inflasi, mengendalikan kenaikan utang rumah tangga, serta menjaga ketahanan ekonomi domestik.
Bursa Jepang ikut tertekan
Pelemahan juga terjadi di Jepang. Indeks Nikkei 225 turun 2,7 persen, dipengaruhi penurunan saham-saham produsen chip dan memori. Sementara itu, indeks TOPIX melemah 1,1 persen.
Sentimen pasar turut dipengaruhi meningkatnya konflik antara AS dan Iran yang kembali memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak akibat konflik tersebut juga memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi energi yang berpotensi menekan laba perusahaan dan mempersempit ruang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Fokus investor kini tertuju pada laporan kinerja kuartalan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), produsen chip kontrak terbesar di dunia. TSMC merupakan pemasok utama chip bagi sejumlah perusahaan teknologi global, termasuk Nvidia dan Apple.
Analis memperkirakan perusahaan akan membukukan laba kuartalan tertinggi untuk lima kuartal berturut-turut, didorong permintaan chip yang masih kuat dari sektor kecerdasan buatan.
Pelaku pasar juga akan mencermati apakah manajemen TSMC menaikkan proyeksi pendapatan dan belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang tahun.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Bursa Tiongkok dan Hong Kong beragam
Di kawasan Tiongkok, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun 0,5 persen. Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,7 persen, menjadi salah satu pasar yang bergerak berlawanan dengan tren pelemahan regional.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,3 persen, sedangkan indeks Straits Times Singapura melemah 0,5 persen. Kontrak berjangka indeks Nifty 50 India bergerak relatif datar.
Selain dipengaruhi faktor geopolitik, sektor semikonduktor global juga masih menghadapi tekanan akibat kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan belanja teknologi berbasis AI.
Sentimen tersebut mendorong aksi ambil untung pada saham-saham chip, menjelang rilis laporan keuangan sejumlah emiten teknologi besar yang diperkirakan akan memberikan gambaran terbaru mengenai prospek industri semikonduktor.