Ilustrasi sampah. Foto: Dok. Medcom.id.
Pemprov DKI Minta Sekolah Optimalisasi Lahan untuk Kelola Sampah
Fachri Audhia Hafiez • 21 July 2026 11:29
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong sekolah-sekolah di ibu kota memanfaatkan ruang hijau dan lahan terbuka untuk kegiatan pengelolaan sampah serta pertanian perkotaan (urban farming). Langkah ini ditujukan demi memperkuat ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.
"Mari optimalisasi lahan sekolah untuk urban farming, untuk kegiatan-kegiatan yang memang olah sampah, pilah sampah," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, dalam seminar daring di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 21 Juli 2026.
Nahdiana menekankan, keberadaan ruang hijau di lingkungan sekolah bukan sekadar hiasan estetika, melainkan laboratorium alam dan ruang kelas terbuka bagi para siswa. Hal ini sejalan dengan program urban sustainability education yang diusung Disdik DKI Jakarta.
Selain pemanfaatan lahan untuk urban farming, ruang hijau juga difungsikan sebagai lokasi pengolahan sampah lewat gerakan Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS). Melalui gerakan ini, warga sekolah diajak bijak dalam memilah sampah organik, anorganik, B3, dan residu sejak dari sumbernya.
"Masalah sampah di Jakarta adalah tantangan nyata yang berada di depan mata. Jadi kita tidak bisa lagi menutup mata, bahwa ini urusan sampah sudah selesai ketika truk itu membawa sampah keluar dari gerbang sekolah," tegas Nahdiana.
Ia menambahkan, kunci utama keberhasilan gerakan ini terletak pada internalisasi nilai dan pembentukan karakter peserta didik melalui pembiasaan yang terstruktur di lingkungan sekolah.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Unsplash.com.
"Jadi paradigma lama tentang sampah dan pola pikir linear yakni kumpul, angkut, buang, menjadi paradigma sirkuler yakni pilih, pilah, pulihkan," tutur Nahdiana.
Nahdiana mengimbau seluruh pihak sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemilahan sampah yang memadai di setiap sudut sekolah. "Libatkan para guru dan tenaga kependidikan untuk menjadi teladan, dan ajak anak-anak didik kita untuk menjadikan sebagai gaya hidup baru," ucap Nahdiana.