Selat Hormuz jadi perairan penting dalam rute perdagangan minyak. Foto: Anadolu
Selat Hormuz Milik Siapa? Ini Status dan Perannya bagi Perdagangan Energi Dunia
Fajar Nugraha • 5 March 2026 16:02
Jakarta: Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur laut paling strategis di dunia. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman yang kemudian menuju Laut Arab dan Samudra Hindia.
Posisi geografis tersebut menjadikan Selat Hormuz sebagai jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah ke pasar global.
Banyak pihak mempertanyakan siapa sebenarnya pemilik Selat Hormuz. Pertanyaan ini sering muncul ketika ketegangan geopolitik meningkat di kawasan Teluk Persia. Namun, status wilayah tersebut tidak berada di bawah kepemilikan satu negara saja, melainkan diatur oleh hukum laut internasional.
Status Hukum Selat Hormuz
Secara geografis, Selat Hormuz berada di antara Iran di bagian utara dan Oman di bagian selatan. Jalur laut ini juga berdekatan dengan wilayah Uni Emirat Arab. Karena posisinya berada di antara beberapa negara, selat ini tidak dimiliki secara eksklusif oleh satu negara tertentu. Dalam hukum internasional, Selat Hormuz dikategorikan sebagai selat internasional. Artinya, jalur tersebut digunakan untuk pelayaran global dan terbuka bagi kapal dari berbagai negara.Kapal komersial maupun militer memiliki hak untuk melintas selama perjalanan dilakukan secara damai dan tidak mengancam keamanan wilayah sekitar.
Kapal yang melintasi Selat Hormuz biasanya melewati perairan teritorial Iran dan Oman. Namun, aturan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) memberikan hak transit passage, yaitu hak bagi kapal untuk melintas secara terus menerus melalui selat internasional tanpa hambatan.
Status tersebut membuat Selat Hormuz menjadi jalur laut yang tidak dapat diklaim sepenuhnya oleh satu negara. Penutupan sepihak terhadap selat ini berpotensi melanggar hukum internasional dan memicu konflik global.
Jalur Vital Perdagangan Energi
Selain status hukumnya yang unik, Selat Hormuz juga memiliki peran penting dalam perdagangan energi dunia. Banyak negara penghasil minyak di kawasan Teluk Persia mengekspor energi melalui jalur ini.Dilansir dari media The Guardian, sekitar seperlima pasokan minyak dunia dikirim melalui Selat Hormuz setiap hari. Jalur ini menjadi rute utama ekspor minyak dari negara seperti Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab ke berbagai pasar internasional.
Karena perannya yang sangat vital, setiap gangguan di Selat Hormuz dapat memengaruhi harga energi global. Ketegangan politik atau konflik militer di kawasan tersebut sering menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak dunia.
Lebar selat ini sekitar 33 kilometer di titik tersempit, dengan jalur pelayaran kapal tanker yang jauh lebih sempit. Kondisi tersebut membuat Selat Hormuz sangat sensitif terhadap gangguan keamanan maupun aktivitas militer.
Selat Hormuz bukan milik satu negara tertentu. Wilayah ini berada di antara Iran dan Oman serta dikategorikan sebagai selat internasional yang terbuka bagi pelayaran global. Aturan hukum laut internasional memastikan kapal dari berbagai negara tetap memiliki hak melintas di jalur tersebut.
Dengan peran strategisnya dalam perdagangan energi dunia, stabilitas keamanan di Selat Hormuz menjadi kepentingan bersama bagi banyak negara. Gangguan di wilayah ini tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga pada perekonomian global secara keseluruhan.
(Keysa Qanita)