Pemilu.
Analis Politik: Bacawapres Jadi Kunci Kemenangan Pilpres 2024
11 May 2023 10:51
Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut penentuan bakal calon wakil presiden (bacawapres) menjadi variabel paling menentukan dalam Pilpres 2024 mendatang. Penyebabnya adalah karena dalam beberapa temuan survei hanya terdapat tiga nama bakal calon presiden kuat dan kompetitif dengan selisih elektabilitas yang tipis yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
“Elektabilitas ketiga tokoh ini di berbagai lembaga survei bersaing sangat ketat dan saling salip menyalip sehingga membuat posisi (bakal) cawapres menjadi kunci pemenangan pemilu mendatang,” ungkap pria yang akrab disapa Ipang itu, Kamis (11/5/2023).
Ipang menuturkan tidak ada bacapres yang memimpin sendiri jauh di atas angka psikologis 30% sebagai bacapres pemenang tanpa lawan tanding, masih relatif dalam rentang range margin of error.
Dengan demikian, maka bacawapres jadi menjadi kunci kemenangan. Dinamika elektoralnya tidak terlalu terpaut jauh, bahkan pernah Prabowo menyalip Ganjar, Anies pernah menyalip Prabowo, dan Anies pernah menyalip Ganjar dan Prabowo dan seterusnya.
“Memastikan posisi (bakal) cawapres mampu mengenjot elektabilitas (bakal) capresnya. Dengan kata lain, (bakal) cawapres berfungsi sebagai doping politik, salah mengandeng (bakal) cawapres bisa menjadi blunder yang mematikan langkah politik (bakal) capres,” tuturnya.
Maka tak heran, parpol koalisi sengaja menyimpan nama bacawapres. Sejauh ini parpol koalisi tidak akan mau terburu buru mengumumkan bacawapresnya. Hal ini, menjadi bagian dari desain adu strategi politik.
“Kenapa pening parpol koalisi meracik (bakal) cawapres ideal potensial pendamping (bakal) capres, sebab kalau salah maka bisa bunuh diri politik,” tuturnya.
Setidaknya terdapat 3 kriteria penting dalam penentuan bacawapres, yaitu modal elektabilitas (racikan elektoral). Kedua; dukungan partai politik. Ketiga, ketersedian modal logistik kampanye, sebab biaya pilpres yang tinggi. Ipang mengatakan bacawapres mendapat dukungan partai politik. Dalam pemilihan presiden, partai politik memiliki peran penting dalam memperoleh suara dan mendapatkan dukungan dari anggota partai.
Oleh karena itu, memilih bakal calon wakil presiden yang berasal dari partai politik yang memiliki basis dukungan yang kuat dapat membantu pasangan calon presiden memperoleh suara dari basis partai tersebut. Bakal calon wakil presiden yang memiliki pengaruh politik yang kuat dan berasal dari daerah yang memiliki potensi elektoral besar dapat memberikan keuntungan bagi pasangan calon presiden.
Hal ini karena calon wakil presiden yang berasal dari daerah memiliki kecenderungan untuk mendapatkan dukungan dan memperluas dari basis pemilih di wilayah tersebut. Kemudian, bacawapres harus merupakan representasi kebutuhan pemilih Gen Z dan Milenial, sebab bagaimana pun generasi milenial cukup besar dan potensial pemilihnya, bahkan mendekati angka 60%. Pemilih ini masuk pada kategorisasi pemilih rasional dan psikologis, memperhatikan rekam jejak kandidat, kompetensi, kapasitas, integritas dan jam terbang serta pengalaman dari bacapres-bacawapresnya.
“Jadi harus hati-hati juga dengan perilaku memilih (voting behavior) kelompok klaster ini. Gen z dan milienial termasuk pemilih yang kritis yang naik kelas menjadi pemilih rasional dan psikologis, sehingga penting juga cawapres mempertimbangkan track record,” tandasnya.