Pemberdayaan Masyarakat di Sektor Pertanian Dorong Ketahanan Pangan

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Pemberdayaan Masyarakat di Sektor Pertanian Dorong Ketahanan Pangan

Eko Nordiansyah • 17 October 2026 10:21

Bali: Pertamina Patra Niaga regional Jatimbalinus memperkuat komitmen mendukung ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan sektor pertanian. Komitmen ini diwujudkan melalui Program Pedungan Bright Green binaan Fuel Terminal (FT) Sanggaran sejak 2023 dan Program Jejaring Ulakan binaan Integrated Terminal (IT) Manggis sejak 2022.

Kedua program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut dikembangkan untuk mengoptimalkan potensi lokal, menjaga lingkungan pertanian, serta meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan pentingnya keberlanjutan produksi pangan yang didukung pengelolaan sumber daya alam dan keterlibatan aktif masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui penguatan sektor pertanian, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Momentum Hari Pangan Sedunia menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan perlu didukung melalui upaya yang berkelanjutan, termasuk dengan menjaga lingkungan pertanian dan memperkuat peran masyarakat,” jelas Ahad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Perkuat lingkungan subak dan sistem irigasi

Program Pedungan Bright Green berfokus pada perbaikan kualitas lingkungan subak, penguatan sistem irigasi, dan peningkatan ekonomi petani secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian, menjaga keberlangsungan aktivitas petani, serta memperkuat produksi pangan lokal.

Pekaseh sekaligus Ketua Kelompok Tani Program Pedungan Bright Green, I Nyoman Mudarsana, mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga dalam mendorong keberlanjutan pertanian di wilayahnya. Ia berharap program ini dapat terus mendukung perbaikan lingkungan subak, penguatan sistem irigasi, dan peningkatan ekonomi petani.

“Dengan lingkungan pertanian yang terjaga dan pengairan yang semakin baik, kami berharap aktivitas pertanian dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga turut mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujar I Nyoman Mudarsana.
(Pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan sektor pertanian. Foto: Dok Pertamina Patra Niaga)

Berdayakan kelompok wanita tani dan kembangkan potensi lokal

Sementara itu, Program Jejaring Ulakan binaan IT Manggis melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Satya Luih Lestari dan Nampo Sari di wilayah Ring 1 operasional perusahaan. Program ini mendorong pengembangan potensi pertanian lokal melalui penguatan kapasitas kelompok, pembentukan greenhouse, dan pengembangan produk pertanian.

Melalui pendampingan tersebut, kelompok wanita tani diharapkan semakin mandiri dan produktif, mampu mengoptimalkan potensi lokal, serta memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan pertanian yang dikembangkan.

Local Hero Program Jejaring Ulakan, I Made Suma Mergantini, mengapresiasi pendampingan Pertamina Patra Niaga dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Program Jejaring Ulakan ini dinilai memberikan kesempatan bagi kelompok wanita tani untuk terus mengembangkan potensi pertanian lokal.

“Melalui pendampingan ini, kami berharap kelompok semakin mandiri dan produktif serta mampu mengoptimalkan potensi yang ada. Kami juga berharap kegiatan pertanian yang dikembangkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan,” ujar I Made Suma Mergantini.

Melalui Program Pedungan Bright Green dan Jejaring Ulakan, Pertamina berupaya mendukung ketahanan pangan dari berbagai aspek, mulai dari perbaikan lingkungan pertanian dan penguatan sistem irigasi hingga pengembangan potensi lokal serta pemberdayaan kelompok tani.

“Kami berharap program yang telah berjalan ini dapat terus mendorong kemandirian masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan serta masyarakat sekitar,” tutup Ahad.

(Eko Nordiansyah)