Honai Tersembunyi di Hutan Intan Jaya Diduga Jadi Persembunyian KKB

Sebanyak 559 Selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter yang ditemukan bersama berbagai dokumen didalam honai yang diduga menjadi tempat persembunyian KKB di pedalaman Intan Jaya. (ANTARA/HO/Satgas Damai Cartenz)

Honai Tersembunyi di Hutan Intan Jaya Diduga Jadi Persembunyian KKB

Silvana Febiari • 18 October 2026 19:34

Jayapura: Satgas Operasi Damai Cartenz Sektor Intan Jaya menemukan honai beratap alang-alang yang diduga menjadi tempat persembunyian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Honai tersebut ditemukan di kawasan hutan perbatasan Kampung Kulindigi dan Kampung Bulage, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

"Honai tersebut diduga menjadi tempat persembunyian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap VIII Soanggama, " kata Kasatgas Humas ODC Kombes Yusuf Sutejo di Jayapura, dilansir Antara, Minggu, 18 Oktober 2026.

Di dalam honai ditemukan 559 selongsong peluru kaliber 5,56 mm dan sejumlah barang bukti lainnya. Honai tersebut dari kejauhan tidak terlihat karena disamarkan dengan pepohonan yang tumbuh di sekitarnya.


Petugas memeriksa dan mendata honai tersebut sebelum melakukan pemusnahan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bangunan itu kembali dimanfaatkan untuk tujuan serupa.


Personel Satgas ODC saat berhasil mengumpulkan barang bukti seperti selongsong peluru dan bendera Bintang Kejora dari sebuah honai di belantara Intan Jaya, Sabtu, 17 Oktober 2026. ANTARA/HO-Humas Satgas ODC

Sedangkan dokumen-dokumen yang diamankan dari TKP seperti dokumen identitas dan dokumen pribadi, dokumen laporan TPNPB Kodap XIX Kemabu Intan Jaya yang ditujukan kepada Batalyon Uwia dan buku catatan berstempel TPNPB Batalyon Bula Kompi Senapan A Tanah Merah Kodap VIII Intan Jaya dibawa ke Sugapa untuk didalami.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas KKB, karena setiap informasi yang disampaikan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur, dan berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas masyarakat yang memberikan informasi mengingat dukungan tersebut sangat penting untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” jelas Yusuf.

(Silvana Febiari)