Ilustrasi, petani kelapa sawit. Foto: dok MI.
Penguatan Kompetensi Petani Dukung Sawit Berkelanjutan
Husen Miftahudin • 20 October 2026 06:52
Jakarta: Peningkatan kompetensi petani swadaya menjadi salah satu upaya mendukung transformasi industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Penguatan pengetahuan mengenai pembibitan, pemupukan, pengendalian hama, hingga pengelolaan panen dinilai penting untuk membantu petani menerapkan praktik budi daya yang tepat.
Kebutuhan tersebut menjadi fokus pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa) yang diinisiasi PT Triputra Agro Persada Tbk. melalui program TAP Untuk Negeri bagi petani swadaya di sekitar PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ), Kalimantan Timur.
Program ini memberikan kesempatan kepada petani untuk belajar langsung dari praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri kelapa sawit. Materi pelatihan meliputi keselamatan kerja, biologi kelapa sawit, persiapan lahan, penanaman, pembibitan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, pengelolaan gulma, pemeliharaan tanaman, hingga panen.
Dalam pelatihan tersebut, pembibitan, pemupukan, dan persiapan panen menjadi sejumlah materi yang dinilai relevan dengan kebutuhan petani dalam mengelola kebun. Peserta mempelajari pemilihan bibit, penentuan jenis dan dosis pupuk, serta pengelolaan tanaman untuk mendukung praktik budidaya yang lebih tepat.
Pelatihan juga mencakup pengendalian gulma melalui metode spot spraying, yakni penyemprotan secara terarah pada area yang membutuhkan penanganan. Selain itu, peserta mempelajari pengaturan songgo atau pelepah penyangga tandan serta pemangkasan pelepah (pruning) sesuai kebutuhan tanaman.
Pelaksanaan pelatihan di DLJ telah mencapai Batch 109 dengan jumlah 42 peserta. Mereka merupakan petani swadaya yang mengelola kebun sendiri, mulai dari penanaman dan perawatan hingga panen.
Perwakilan Pemerintah Desa Biatan Ulu, Kabupaten Berau, Jarmansyah, menilai pelatihan tersebut dapat membantu memperluas pengetahuan petani mengenai praktik agronomi.
"Pelatihan Perkasa ini, sangat baik untuk masyarakat kami. Karena banyak petani kami yang, istilahnya bertani tapi mungkin sampai saat ini hasilnya belum bisa memuaskan. Harapan kami, ke depannya dari pelatihan Perkasa ini bisa menambah wawasan dan menambah hasil dari kebun masyarakat kami," ujar Jarmansyah, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026.
.jpeg)
Perluas partisipasi perempuan
Pelatihan Perkasa juga melibatkan perempuan dalam kegiatan peningkatan kompetensi perkebunan. Pada kelompok pelatihan terakhir, peserta perempuan mencapai 40 persen dari total peserta.
Keterlibatan tersebut memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, sekaligus membuka ruang bagi perempuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan kebun kelapa sawit.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam mendampingi pekebun rakyat untuk mendukung transformasi industri kelapa sawit berkelanjutan.
"Kita ingin produktivitas sawit rakyat naik dan kualitasnya setara dengan standar industri. Hal itu hanya bisa dicapai jika ada pendampingan, transfer pengetahuan, dan kolaborasi yang kuat," tegas Amran.
Penguatan kapasitas petani melalui pendampingan dan transfer pengetahuan menjadi salah satu langkah untuk mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih baik.