Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bertemu Menpora Erick Thohir di Kantor Kemenko PMK. Foto: ANTARA/HO-Kemenko PMK
Menko PMK Minta Menpora Hitung Tambahan Bonus Atlet Olimpiade
Fachri Audhia Hafiez • 7 October 2026 10:28
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir untuk menghitung kebutuhan tambahan bonus bagi para atlet peraih medali di ajang Asian Games dan Olimpiade. Hal tersebut disampaikan Sugiono saat menerima audiensi Menpora di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Rabu, 7 Oktober 2026.
“Pak Menpora perlu menghitung secara akurat kebutuhan tambahan bonus bagi atlet yang meraih medali di Asian Games dan Olimpiade," ujar Sugiono dalam keterangannya, dilansir Antara, Rabu, 7 Oktober 2026.
Baca Juga :
PB POSSI Gelar Kejuaraan Dunia Foto dan Video Bawah Air 2026 di Bali, Diikuti 78 Atlet dari 19 Negara
Dalam pertemuan tersebut, Erick melaporkan berbagai perkembangan agenda pembangunan olahraga nasional. Mulai dari pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, jaminan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, hingga kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Sugiono menegaskan bahwa kalkulasi bonus yang presisi sangat krusial. Hal ini dimaksudkan agar apresiasi negara atas perjuangan atlet dapat tersalurkan tepat sasaran.
Selain skema bonus, pemerintah tengah mematangkan formulasi dana pensiun bagi atlet berprestasi, khususnya peraih medali emas Olimpiade. Skema perlindungan dan jaminan hari tua ini ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun depan.
Dari aspek pengembangan talenta, Kemenpora berkolaborasi dengan Kemendiktisaintek untuk menyediakan 100 beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di perguruan tinggi terkemuka dunia bagi atlet berprestasi, di samping rencana penyediaan 100 beasiswa untuk studi di dalam negeri. Pemerintah juga mengagendakan pembangunan Akademi Olahraga Nasional serta Pusat Latihan Tim Nasional.

Kontingen Indonesia Asian Games 2026. Foto: Dok. Antara.
Upaya penguatan ekosistem olahraga nasional turut ditempuh lewat deregulasi masif, yakni memangkas 191 Peraturan Menteri menjadi hanya empat regulasi utama. Pemangkasan aturan ini ditujukan untuk memberikan kepastian hukum penyelenggaraan kegiatan olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan organisasi dan kompetisi.
Pembangunan sektor olahraga kini juga diarahkan untuk memicu pertumbuhan industri, pariwisata, dan perekonomian nasional. Untuk mendukung hal itu, Kemenpora telah berkoordinasi mengenai pengembangan investasi olahraga serta optimalisasi pengelolaan aset melalui BLU Inasport.
Mengenai persiapan PON XXII 2028, pemerintah memastikan seluruh tahapan awal terus berjalan agar penyelenggaraannya berlangsung efektif, efisien, dan menjadi panggung utama bagi para atlet tanah air untuk mengukir prestasi.
Guna memperkuat pembinaan jangka panjang, Menpora menyoroti pentingnya regulasi yang menaungi 21 cabang olahraga Olimpiade sebagai cabor unggulan nasional. Payung hukum tersebut diharapkan menjadi pijakan kokoh pembinaan atlet menghadapi ajang bergengsi seperti SEA Games 2027 dan Olimpiade 2032.