Tekan Jumlah Tawuran, Pramono Izinkan Liga Aspal di RPTRA Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri), saat meresmikan ring tinju dan Posko Jaga Jakarta di Kampung Melayu, Jaktim. Foto: Metro TV/Nattasya.

Tekan Jumlah Tawuran, Pramono Izinkan Liga Aspal di RPTRA Jakarta

Nattasya Amani Vrazeti • 6 November 2026 16:07

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang penyelenggaraan Liga Aspal di sejumlah wilayah Ibu Kota dengan memanfaatkan fasilitas Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah penyaluran energi  anak muda sekaligus menekan angka tawuran.

“Nanti saya akan izinkan semua daerah untuk mempunyai Liga Aspal kalau memang ada. Atau liga apa, RPTRA juga nggak apa-apa, yang penting jangan kemudian merusak taman dan sebagainya,” kata Pramono saat meresmikan ring tinju dan Posko Jaga Jakarta di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat, 6 November 2026. 

Pramono sebelumnya menyetujui penyelenggaraan Liga Aspal di wilayah Jakarta Timur. Khususnya di kawasan Kampung Melayu karena dinilai dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut.
 


“Karena kemarin marak tidak semua tempat bisa digunakan untuk Liga Aspal, tetapi di Jakarta Timur termasuk di Kampung Melayu ini saya yakin bisa digunakan untuk Liga Aspal,” ujar Pramono. 

Pramono mengatakan penyediaan fasilitas olahraga di Kampung Melayu telah berdampak terhadap penurunan angka tawuran di kawasan tersebut. Menurut dia, angka tawuran di wilayah tersebut turun dari 132 kali sepanjang 2025 menjadi sekitar 20 kali hingga akhir Oktober 2026.

“Artinya 100 kali lebih tawuran yang berkurang di tempat ini,” ucap Pramono. 


Ilustrasi Liga Aspal. Foto: Instagram @ligaakamsi.

Menurut Pramono, keberadaan fasilitas olahraga membuat anak muda memiliki kegiatan untuk menyalurkan energi sekaligus membangun hubungan antarkelompok yang sebelumnya terlibat tawuran.

“Akhirnya mereka kenal satu sama lain, yang dulu menjadi lawan tawuran sekarang menjadi temannya. Sehingga dengan cara-cara pola seperti ini akan kami lakukan di Jakarta,” tutur Pramono. 

Pramono berharap pemanfaatan fasilitas publik untuk kegiatan olahraga dapat diterapkan di wilayah lain sehingga anak muda memiliki ruang untuk melakukan aktivitas positif tanpa merusak fasilitas yang tersedia.

(Anggi Tondi)