Ilustrasi. Foto: Medcom.id.
Cetak SDM Unggul dan Ekonomi Tumbuh, SPH Pluit Bangun Kampus Permanen
Ade Hapsari Lestarini • 3 June 2026 09:58
Jakarta: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, menegaskan pendidikan merupakan investasi manusia yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pembangunan karakter generasi dan penguatan bangsa.
"Saya setuju pendidikan adalah tentang investasi sumber daya manusia; ini bukan hanya tentang pembangunan fisik sekolah, tetapi yang lebih penting adalah membentuk karakter generasi masa depan kita dan memastikan bangsa kita dibangun dengan kuat," ujar dia, Selasa, 2 Juni 2026.
Sejalan dengan itu, Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) melakukan peletakan batu pertama kampus permanen baru Sekolah Pelita Harapan (SPH) Pluit. Sebuah tonggak penting dalam perjalanan pertumbuhan salah satu sistem sekolah Kristen internasional di Indonesia.
Dengan perkembangan ekonomi dan urbanisasi yang terus meningkat, khususnya di kawasan PIK dan sekitarnya, SPH Pluit Village diharapkan bisa menjadi solusi pendidikan internasional berkualitas tinggi yang berakar pada nilai Kristiani.
Acara peletakan batu pertama yang diselenggarakan pada Selasa, 2 Juni 2026 ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Gubernur Daerah Khusus Jakarta, para pemimpin nasional dan masyarakat, orang tua, siswa, pendidik, serta perwakilan komunitas YPPH dan SPH. Sekitar 400 tamu hadir dalam momen bersejarah ini.
Abdul Mu'ti mengapresiasi komitmen YPPH yang terus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Menurut dia, pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan bermutu untuk semua sebagaimana visi Presiden dalam Asta Cita keempat, yakni membangun sumber daya manusia Indonesia yang kuat dan unggul.
Dia menekankan, sekolah harus menjadi institusi yang mempersatukan, bukan memecah belah bangsa. Sekolah, menurut dia, harus menjadi meeting point dan melting point bagi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial agar terbentuk karakter ke-Indonesia-an yang kuat melalui proses interaksi dan pendidikan berkualitas.
Ia juga menyoroti pentingnya tiga fondasi utama pendidikan, yakni true knowledge, faith in Christ, dan Godly character. "Ilmu memberi kita jawaban-jawaban, tetapi iman memberi kita pilihan-pilihan," ujar dia.

Tantangan generasi muda di era digital
Selain itu, ia mengingatkan tantangan besar yang dihadapi generasi muda di era digital. Mengutip berbagai riset dan literatur, Abdul Mu’ti menilai teknologi digital dapat memicu kecemasan, perundungan digital, hingga melemahnya keterikatan generasi muda terhadap nilai-nilai spiritual.
Menurut dia, banyak generasi muda yang hebat secara intelektual namun rapuh secara spiritual sehingga menjadi fragile generation. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan, tetapi juga memperkuat iman dan karakter agar generasi muda mampu menjadi penerang bagi masa depan bangsa.
Sejalan dengan itu, YPPH melakukan peletakan batu pertama kampus permanen baru Sekolah Pelita Harapan (SPH) Pluit. Sebuah tonggak penting dalam perjalanan pertumbuhan salah satu sistem sekolah Kristen internasional terkemuka di Indonesia.
Dalam sambutannya, para pemimpin YPPH dan SPH menegaskan pembangunan kampus baru ini merupakan wujud komitmen jangka panjang untuk menghadirkan pendidikan Kristen internasional yang unggul, berpusat pada Kristus, dan relevan bagi kebutuhan generasi masa depan Indonesia. Mereka juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak yang telah memungkinkan terwujudnya tonggak penting ini.
Kampus baru SPH Pluit Village berdiri di atas lahan seluas sekitar 2,2 hektare (ha) di kawasan strategis yang berdekatan dengan Lippo Mall Pluit. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada Desember 2027 dan mulai beroperasi pada Januari 2028. Kampus ini akan melayani siswa dari jenjang kindergarten hingga grade 12 dengan kapasitas total sekitar 1.200 siswa.
SPH Pluit Village menggunakan kurikulum Cambridge dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. Saat ini SPH Pluit Village melayani sekitar 500 siswa dan telah mencapai kapasitas penuh, dengan daftar tunggu yang terus bertambah setiap tahunnya.
Sejak awal, kampus yang saat ini beroperasi di kompleks Lippo Mall Pluit dirancang sebagai lokasi sementara sambil menantikan pembangunan kampus permanen. Namun proses perizinan dan persetujuan pembangunan lokasi baru tersebut memerlukan waktu hampir 12 tahun untuk diselesaikan.
"Anugerah Tuhan yang luar biasa setelah bertahun-tahun perencanaan, doa, dan ketekunan, akhirnya seluruh perizinan yang diperlukan dapat diselesaikan sehingga pembangunan ini dapat dimulai," ujar Presiden YPPH Jonathan Parapak.
Adapun kampus baru SPH Pluit Village berada di tengah salah satu kawasan hunian dan bisnis yang paling dinamis di Indonesia. Lokasi ini menawarkan aksesibilitas yang sangat baik, antara lain sekitar 20 menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, hanya 5-7 menit dari akses jalan tol utama, hingga dikelilingi kawasan hunian, pusat bisnis, dan destinasi gaya hidup yang berkembang Pluit dan kawasan Jakarta Utara.