Titiek Soeharto apresiasi perayaan Imlek SCBD 2026. (Dok. Istimewa)
Titiek Soeharto Apresiasi Perayaan Imlek SCBD Ride to Luck, Simbol Harmoni dan Kebangkitan UMKM
Duta Erlangga • 18 February 2026 14:01
Jakarta: Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) menghadirkan rangkaian perayaan bertema “Ride to Luck” (Join the Journey, Catch the Luck) yang memadukan semangat optimisme, keberuntungan, dan harmoni budaya di jantung ibu kota.
Perayaan yang digelar melalui kolaborasi Kawasan Niaga SCBD, SCBD Park, dan SCBD Weekland ini berlangsung meriah dan terbuka untuk umum. Ribuan warga dari berbagai latar belakang tampak antusias memadati area acara untuk menyaksikan parade budaya, pertunjukan seni, serta menikmati ragam kuliner khas Imlek dan nusantara.
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan yang inklusif dan membumi.
“Hai buat semuanya, warga umat Tionghoa yang ada di Indonesia, selamat merayakan Tahun Baru Imlek. Mudah-mudahan tahun ini membawa berkah, kesehatan, dan kebahagiaan bagi kita semua, terutama juga bagi bangsa Indonesia supaya kita semua diberi sehat semuanya, tambah berkah dan sejahtera,” ujarnya.
Baca Juga :
Titik Soeharto Soroti Overcapacity Kapal di Muara Angke
.jpg)
SCBD Rayakan Lunar New Year 2026. (Dok. Istimewa)
Ia juga menekankan bahwa perayaan ini menjadi ruang kebersamaan lintas komunitas.
“Semua warga ada di sini. Bukan orang Tionghoa saja, tapi seluruh masyarakat Jakarta ada disini. Dan ini tidak dipungut bayaran jadi semuanya bisa melihat disini. UMKM juga bisa berjualan di sini. Jadi terima kasih untuk Artha Graha Group dan Artha Graha Peduli yang sudah menyiapkan acara yang sedemikian cantik ini untuk masyarakat Jakarta,” pungkasnya.
Apresiasi serupa disampaikan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, yang hadir di sela-sela parade budaya.
“Saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek bagi warga Tionghoa yang merayakan 2577 Kongzili. Menurut saya, ini sangat baik dilakukan. Acara dan pawai di sini juga banyak melibatkan UMKM,” ujarnya.
Harmoni Budaya di Ruang Publik Modern
Mengusung semangat akulturasi, perayaan “Ride to Luck” menghadirkan kolaborasi atraksi barongsai dan tarian naga dengan pertunjukan seni Betawi. Salah satu daya tarik utama adalah penampilan Naga Liong sepanjang 30 meter serta pelepasliaran 9.988 ekor burung pipit sebagai simbol doa dan harapan baik di tahun yang baru.Perayaan ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertajuk Jakarta Melting Pot: Harmoni dalam Keberagaman, yang mendorong penguatan toleransi serta pengembangan pariwisata kota berbasis budaya.
Direktur Creative Event Entertainment, Ananta Pribadi, mengatakan tema “Ride to Luck” menjadi simbol perjalanan baru yang penuh optimisme.
Baca Juga :
Kemeriahan Imlek 2026 di Berbagai Negara
Tahun ini, perayaan Imlek dan Cap Go Meh terasa semakin istimewa karena beririsan dengan awal bulan suci Ramadan 2026. Momentum tersebut menjadi simbol harmonisasi antarbudaya dan keberagaman agama yang dirajut melalui seni pertunjukan, dekorasi tematik, serta interaksi lintas komunitas.
Sorotan Utama “Ride to Luck”
1. Akulturasi Budaya
Rangkaian pertunjukan barongsai, seni tari, dan musik tradisional Tiongkok dikolaborasikan dengan unsur budaya Betawi. Acara telah berlangsung sejak awal Februari dan mencapai puncaknya pada 16–17 Februari serta 1 Maret 2026 dengan penampilan spesial para performer.2. Pemberdayaan UMKM
Sebanyak 80 UMKM binaan SCBD turut meramaikan Lunar New Year Market dengan menghadirkan aneka kuliner khas Imlek dan hidangan nusantara. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai promo transaksi nontunai dari Bank Artha Graha Internasional.3. Destinasi Inklusif dan Gratis
Seluruh rangkaian hiburan dan atraksi budaya dapat dinikmati secara gratis, menjadikan kawasan ini sebagai ruang publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.Sinergi Kawasan dan Komitmen Sosial
Kesuksesan perayaan ini didukung penuh oleh unit usaha di bawah naungan Artha Graha Network dan Artha Graha Group. Sebagai pengelola kawasan SCBD, PT Danayasa Arthatama memastikan integrasi fasilitas serta kenyamanan pengunjung selama acara berlangsung.Pilar filantropi Artha Graha Peduli (AGP) turut berperan melalui pemberdayaan dan pendampingan UMKM guna memperkuat peran pelaku usaha kecil dalam aktivitas ekonomi di pusat bisnis Jakarta.
Sebagai kawasan niaga terpadu seluas ±45 hektare di Jakarta Selatan, Sudirman Central Business District telah berkembang menjadi simbol modernitas dengan infrastruktur terintegrasi dan pengelolaan berbasis teknologi ramah lingkungan. Pengembangan kawasan mencakup SCBD Park sebagai ruang ritel semi-outdoor seluas 5,8 hektare yang menjadi urban oasis, serta SCBD Weekland sebagai destinasi hiburan akhir pekan berbasis festival budaya dan bazar UMKM.
Melalui berbagai program sosial dan ekonomi kreatif, termasuk Pasar Murah AGP dan pendampingan UMKM, SCBD terus memperkuat posisinya sebagai titik temu keberagaman sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi.
Perayaan “Ride to Luck” pun menjadi ajakan terbuka bagi seluruh warga Jakarta untuk merasakan pengalaman Imlek yang inklusif—sebuah perjalanan budaya yang menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan dan harmoni adalah masa depan ibu kota.