Ketua Tim Tenaga Ahli Gubernur Papua Pegunungan Paul Wetipo bersama istri sedang menanam pohon di kawasan perbuktikan Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada momentum Hardiknas tahun 2026, Sabtu, 2 Mei 2026. ANTARA/Yudhi Efendi.
Momen Hardiknas, 3.000 Pohon Ditanam di Perbukitan Napua Wamena
Silvana Febiari • 2 May 2026 16:34
Wamena: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan menanam 3.000 pohon pada momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menanamkan karakter peduli lingkungan kepada siswa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Papua Pegunungan Simon Sembor mengatakan penanaman pohon dilakukan pada momentum Hardiknas tahun 2026 di kawasan perbukitan Napua dan SMA Kristen Wamena.
“Penanaman pohon ini menjadi dukungan kami Disdikbud Papua Pegunungan untuk menjaga kelestarian dan ekosistem alam untuk mencegah musibah seperti tanah longsor dan banjir,” katanya, dilansir dari Antara, Sabtu, 2 Mei 2026.
Penanaman pohon ini juga melibatkan 300 siswa dan guru dari SD YPPGI Napua dan Sekolah Papua Harapan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Sementara itu, Ketua Tim Tenaga Ahli Gubernur Papua Pegunungan Paul Wetipo mengatakan penanaman 3.000 pohon sebagai langkah awal untuk mensukseskan program “menghijaukan lembah” di Kabupaten Jayawijaya.
“Koordinasi kami dengan bapak gubernur (Papua Pegunungan) supaya pada setiap perayaan Hardiknas semangat menanam ini harus ditanamkan kepada generasi muda supaya dapat menjaga ekosistem alam di daerah ini,” ujarnya.
Menurut dia, generasi muda di Papua Pegunungan khususnya Kabupaten Jayawijaya harus dibekali jiwa menjaga lingkungan sejak dini.
“Bapak gubernur inginkan anak-anak sekolah harus diajarkan sejak ini untuk mencintai alam dengan menjaga hutan dan menanam pohon. Dan bukti kecintaan terhadap alam, maka hari ini anak-anak sekolah kami ajak untuk menanam pohon,” ucapnya.
.jpg)
Logo Hardiknas. Foto: Kemendikdasmen
Dia menjelaskan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan John Tabo-Ones Pahabol mengedepankan tiga pilar utama yakni pemerintah, adat, dan agama. “Kami mengajak dan memberikan edukasi kepada anak-anak adat untuk selalu mencintai alam dengan menanam pohon,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa jumlah tanaman yang ditanam kurang lebih 3.000 pohon. Pohon-pohon tersebut terdiri dari jenis asli seperti Wilo, Sin, dan pucuk merah untuk mempercantik daerah tersebut.
“Kami lebih mengutamakan pohon-pohon asli salah satunya Wilo, Sin, karena dapat meningkatkan kesuburan tanah. Kami juga mulai saat ini setiap perayaan Hardiknas akan menanam pohon di delapan kabupaten Papua Pegunungan untuk memberikan edukasi dan budaya menanam pohon bagi generasi muda,” ungkapnya.