Konflik Iran Memanas, Negara-Negara Asia Evakuasi Warganya dari Timur Tengah

Sejumlah negara Asia mengevakuasi warganya dari Timur Tengah di tengah eskalasi konflik Iran melawan aliansi AS dan Israel. (Anadolu Agency)

Konflik Iran Memanas, Negara-Negara Asia Evakuasi Warganya dari Timur Tengah

Willy Haryono • 7 March 2026 16:57

Beijing: Sejumlah negara Asia mulai mengevakuasi warga negara mereka dari Timur Tengah di tengah konflik bersenjata yang meningkat antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Mengutip laporan kantor berita Xinhua dan Antara pada Sabtu, 7 Maret 2026, lebih dari 260 warga negara China telah menyeberang ke Azerbaijan melalui rencana evakuasi yang dikoordinasikan oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Iran.

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.

Evakuasi Korea Selatan

Korea Selatan juga telah memindahkan puluhan warganya dari beberapa negara di Timur Tengah.

Sebanyak 65 warga Korea Selatan dipindahkan dari Qatar ke Arab Saudi, sementara 41 lainnya meninggalkan Yordania menggunakan penerbangan komersial dengan bantuan Kedutaan Besar Korea Selatan di Amman.

Selain itu, warga Korea Selatan juga dievakuasi dari Kuwait, Bahrain, Israel, dan Irak menuju negara-negara tetangga yang lebih aman.

Menurut laporan kantor berita Yonhap, pemerintah Korea Selatan juga berencana menyewa pesawat berkapasitas 290 kursi dari maskapai Etihad Airways untuk mengevakuasi warganya dari Uni Emirat Arab melalui Abu Dhabi.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan memperkirakan sekitar 3.000 warga negaranya saat ini terjebak di UEA akibat gangguan penerbangan di kawasan tersebut.

Negara Barat Ikut Imbau Warga

Sementara itu, pemerintah Australia juga meminta warganya yang berada di Timur Tengah untuk segera meninggalkan kawasan tersebut menggunakan penerbangan komersial yang masih tersedia.

Ketegangan di kawasan meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Sabtu pekan lalu.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat militer senior.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta sejumlah kota di Israel.

Baca juga:  Ledakan Guncang Ibu Kota Iran, AS Peringatkan Operasi Pengeboman Terbesar

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)