Menteri PPPA Ungkap 63 Persen Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Tak Dilaporkan

Ilustrasi kekerasan seksual. Dok. Medcom

Menteri PPPA Ungkap 63 Persen Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Tak Dilaporkan

Ficky Ramadhan • 11 May 2026 18:50

Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengungkapkan, berdasarkan survei Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2020 menunjukan 77 persen dosen menyebut kekerasan seksual pernah terjadi di lingkungan kampus. Namun, sebanyak 63 persen kasus tidak dilaporkan.

"Kekerasan di kampus sering kali tidak dilaporkan karena korban takut, malu, atau berada dalam relasi kuasa yang tidak seimbang," ujar Arifah, Senin, 11 Mei 2026.
 


Berkaca dari data tersebut, dia mendorong agar kampus memiliki sistem perlindungan yang jelas dan berpihak pada korban. Dia menekankan pentingnya komitmen perguruan tinggi dalam mencegah kekerasan di lingkungan kampus melalui pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

Dengan adanya Satgas PPKPT di kampus, diharapkan upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dapat terwujud. Perguruan tinggi juga harus memastikan mekanisme pelaporan mudah diaksesn, menjaga kerahasiaan korban dan saksi, serta menyediakan layanan pendampingan yang komperhensif.

"Satgas PPKPT harus menjadi ruang aman bagi korban untuk melapor dan mendapatkan pendampingan tanpa rasa takut," ujarnya. 

Pemerintah, lanjut Arifah, juga telah memperkuat perlindungan hukum melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual serta Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.


Ilustrasi pelecehan seksual. Dok. Medcom

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kementerian PPPA terus memperkuat kesadaran seluruh civitas akademika terhadap bahaya kekerasan di lingkungan kampus.

"Kami bersama Kemen PPPA terus membangun kepedulian dan awareness di kampus agar seluruh civitas akademika semakin waspada terhadap potensi kekerasan, termasuk yang dipengaruhi relasi kuasa di lingkungan perguruan tinggi,” ujar Brian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)