Ilustrasi ekonomi global. Foto: RBS.
Ini 7 Alasan Guncangan Hormuz Belum Mampu Seret Dunia ke Dalam Resesi
Husen Miftahudin • 7 May 2026 08:42
New York: Ekonomi global terbukti lebih tangguh daripada yang dikhawatirkan banyak orang setelah penutupan Selat Hormuz, tetapi BCA Research memperingatkan peluang untuk menghindari resesi semakin menyempit dengan cepat.
Mengutip Investing.com, Kamis, 7 Mei 2026, Kepala Strategi Peter Berezin menguraikan tujuh faktor yang telah melindungi ekonomi global sejauh ini, sambil memperingatkan risiko resesi akan meningkat secara signifikan jika Selat Hormuz tetap tertutup hingga Juni.
Penghambat pertama hanyalah soal waktu. BCA Research mencatat guncangan harga minyak secara historis memiliki dampak yang tertunda, dengan kerusakan maksimum pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) terjadi kira-kira empat kuartal setelah guncangan awal.
Kedua, ekonomi global menggunakan minyak jauh lebih sedikit per unit PDB dibandingkan dekade-dekade sebelumnya, meskipun BCA memperingatkan hal ini diimbangi oleh ketergantungan rantai pasokan yang lebih besar.
Ketiga, ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terkendali dengan baik, sehingga membatasi tekanan pada bank sentral untuk menaikkan suku bunga secara agresif.
| Baca juga: Mengenal ‘Project Freedom’, Operasi AS untuk Buka Selat Hormuz yang Kini Ditunda |

(Selat Hormuz. Foto: Tehran Times)
Kebijakan fiskal jadi penyeimbang
Keempat, kebijakan fiskal memberikan penyeimbang, dengan ketentuan-ketentuan dari Undang-Undang One Big Beautiful Bill yang mulai berlaku bersamaan dengan pengembalian bea masuk dari Departemen Keuangan AS.
Kelima, perusahaan-perusahaan telah melakukan pembelian sebagai tindakan pencegahan, yang mencerminkan perilaku di era pandemi.
Keenam, ledakan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) telah menjadi mesin pertumbuhan yang penting, dengan investasi dalam perangkat keras dan perangkat lunak Teknologi dan Informasi (TI) mencapai rekor 4,9 persen dari PDB pada kuartal pertama 2026.
Ketujuh, pasar minyak tetap berada dalam kondisi backwardation yang dalam, yang menandakan investor memperkirakan guncangan tersebut bersifat sementara.
BCA Research mengatakan, saat ini mereka bersikap netral terhadap ekuitas global, tetapi memperingatkan mereka akan mengadopsi sikap yang lebih defensif jika guncangan harga minyak terus berlanjut.