Dok: Kemen PPPA
Sambut HAN 2026, Kemen PPPA Luncurkan Kampanye BERLIAN
Putri Purnama Sari • 8 July 2026 15:53
Jakarta: Menyambut peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun yang jatuh pada 23 Juli 2026, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kembali menggelorakan Kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak).
Program ini menjadi gerakan kolaboratif yang mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Juli sebagai Bulan Anak Indonesia sekaligus memperkuat upaya perlindungan anak di berbagai aspek kehidupan.
Kampanye BERLIAN merupakan tindak lanjut dari Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Melalui gerakan ini, pemerintah mendorong terciptanya ruang yang aman, ramah, nyaman, sehat, dan inklusif bagi seluruh anak Indonesia, baik di lingkungan keluarga, sekolah, ruang publik, maupun ruang digital.
Tantangan Perlindungan Anak Semakin Kompleks
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan apresiasi atas peluncuran kembali Kampanye BERLIAN sebagai bagian dari penguatan Gernas RANA. Menurutnya, berbagai perubahan sosial membuat tantangan dalam pengasuhan dan perlindungan anak semakin besar.
"Tantangan pengasuhan hari ini semakin berat karena struktur keluarga berubah, urbanisasi meningkat, dan orang tua semakin banyak yang bekerja. Karena itu, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan keluarga. Mari bersama melindungi anak di berbagai ruang, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital. Semua ruang yang diakses anak harus kita jaga agar benar-benar menjadi ruang yang aman dan nyaman," ujar Pratikno, yang dikutip dari laman KemenPPPA, Rabu, 8 Juli 2026.
Pratikno menilai perlindungan anak tidak lagi cukup dibebankan kepada keluarga semata. Dibutuhkan peran aktif pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, hingga berbagai pihak lain agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan mereka.
Kampanye BERLIAN Jadikan Juli sebagai Bulan Anak Indonesia

Ilustrasi: MI/Barry Fatahillah
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menjelaskan bahwa Kampanye BERLIAN menjadi ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjadikan bulan Juli sebagai Bulan Anak Indonesia.
"Kampanye BERLIAN adalah ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Bulan Juli sebagai Bulan Anak Indonesia. Melalui kampanye ini, kita ingin memastikan pemenuhan hak dan perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama," kata Arifah.
Menurut Arifah, keberhasilan perlindungan anak hanya dapat dicapai melalui sinergi lintas sektor. Keterlibatan keluarga, institusi pendidikan, organisasi masyarakat, media, dunia usaha, hingga Forum Anak menjadi faktor penting dalam memastikan hak-hak anak terpenuhi secara optimal.
Fokus Kampanye BERLIAN
Melalui Kampanye BERLIAN, Kemen PPPA ingin memperkuat perlindungan anak di berbagai ruang kehidupan. Tidak hanya mengedepankan pengasuhan yang positif, program ini juga berfokus pada peningkatan edukasi kepada masyarakat, penguatan sistem penanganan kasus kekerasan terhadap anak, serta mendorong partisipasi anak dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan mereka.
"Melalui Kampanye BERLIAN, kita ingin memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan, bebas dari kekerasan, diskriminasi, perundungan, maupun perkawinan anak, serta memperoleh pengasuhan yang positif dari keluarga, dunia pendidikan, dan lingkungan masyarakat," tambah Pratikno.
"Kita juga ingin mendengar suara anak dan melibatkan mereka dalam setiap upaya perlindungan sehingga anak merasa diperhatikan, didengar, dan dihargai. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kita dapat mewujudkan generasi Indonesia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045," lanjutnya.
Peluncuran Ditandai Permainan Otok-Otok
Peluncuran Kampanye BERLIAN ditandai dengan permainan otok-otok sebagai simbol dimulainya gerakan kolaboratif untuk menciptakan ruang yang aman, ramah, nyaman, sehat, dan inklusif bagi anak-anak Indonesia.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama serta penulisan harapan pada Wall of Fame sebagai bentuk dukungan berbagai pihak terhadap upaya perlindungan anak di Indonesia.
Melalui Kampanye BERLIAN, pemerintah berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.