Tak Bebani APBN, Begini Cara Purbaya Selesaikan Utang Whoosh

Kereta cepat Whoosh. Foto: dok KCIC.

Tak Bebani APBN, Begini Cara Purbaya Selesaikan Utang Whoosh

Husen Miftahudin • 24 July 2026 10:48

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya mengatakan pemerintah akan meminimalkan penggunaan dana APBN dalam penyelesaian kewajiban utang proyek tersebut. Meski demikian, ia belum merinci skema pembiayaan yang akan ditempuh.

"Whoosh itu walaupun APBN di pemerintah, tapi kan kita kecilkan semaksimal mungkin dana APBN yang dipakai yang bayar Whoosh, tapi dikelola oleh kami," kata Purbaya usai Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas P3M-PPE di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 24 Juli 2026.

Purbaya belum menjelaskan mekanisme maupun sumber pendanaan yang akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Namun, ia mengisyaratkan pemerintah akan mengoptimalkan berbagai instrumen pembiayaan di luar APBN, termasuk melalui Special Mission Vehicle (SMV). "Enggak, kan saya punya banyak SMV (Special Mission Vehicle)," aku dia.
 



(Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: dok LPS)
 

Panda Bonds difokuskan untuk defisit APBN


Purbaya juga menanggapi kemungkinan penggunaan dana hasil penerbitan Panda Bonds untuk membiayai utang proyek Whoosh.

Menurut dia, dana yang diperoleh dari penerbitan Panda Bonds saat ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan defisit APBN.

"Ini kan (Panda Bonds) untuk nutup defisit kita. Nanti ke depan apakah pakai itu, nanti kita lihat seperti apa," jelas Purbaya.

Pemerintah akan mempertimbangkan pemanfaatan instrumen tersebut sesuai kebutuhan pembiayaan pada masa mendatang.

(Husen Miftahudin)