Fury Maru Tampil di JJN Season 5, Panelis Soroti Fokus Bisnis hingga Branding

Founder Fury Maru Dimsum, dok: Metro TV

Fury Maru Tampil di JJN Season 5, Panelis Soroti Fokus Bisnis hingga Branding

Putri Purnama Sari • 13 July 2026 12:43

Jakarta: Peluang bisnis kuliner terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan siap saji yang praktis dan memiliki cita rasa unik. Hal itu dimanfaatkan oleh Fury Maru, UMKM yang menghadirkan dimsum premium dengan pilihan saus mentai, truffle, dan cheese.

Dalam Juragan Jaman Now Season 5, Founder Fury Maru, Manda Eka Kumala, memperkenalkan konsep bisnisnya yang menawarkan dimsum dengan bahan baku premium serta inovasi berupa dimsum cake yang cocok dijadikan hadiah ulang tahun maupun hampers.

"Fury Maru memproduksi dimsum dengan topping saus mentai, saus truffle, dan saus cheese. Dibuat dari bahan baku premium sehingga menghadirkan tekstur dimsum yang meaty, juicy, bertemu dengan saus yang creamy, rich, dan punya aftertaste smoky," ujar Manda dalam tayangan Juragan Jaman Now Metro TV, yang dikutip Senin, 13 Juli 2026.

Ia menjelaskan, inovasi dimsum cake lahir dari banyaknya permintaan pelanggan yang menginginkan sajian dimsum dengan tampilan lebih menarik untuk berbagai momen spesial.

Ingin Kembali Membuka Outlet di Blok M

Dalam presentasinya, Manda mengungkapkan Fury Maru membukukan omzet sebesar Rp380 juta pada 2024 dengan net profit sekitar 20 persen.

Ia juga menyampaikan keinginannya untuk kembali membuka outlet di kawasan Blok M, Jakarta. Untuk mewujudkan rencana tersebut, Fury Maru membutuhkan tambahan pendanaan sebesar Rp125 juta.

Rex Marindo: Tentukan Fokus Bisnis


Dimsum Fury Maru, dok: Metro TV

Panelis Rex Marindo menilai Fury Maru memiliki peluang untuk berkembang. Namun, menurutnya perusahaan perlu menentukan arah bisnis yang lebih jelas, apakah ingin fokus mengembangkan outlet atau memperkuat pasar business to business (B2B).

Rex melihat Fury Maru telah memiliki produk saus maupun dimsum yang berpotensi dipasarkan sebagai pemasok bagi pelaku usaha lain.

"Memilih bikin outlet dengan memilih untuk bermain B2B itu dua hal yang berbeda sekali," kata Rex.

Ia juga mengingatkan bahwa mengelola outlet memiliki tantangan operasional yang berbeda dibandingkan menjalankan bisnis pemasok. Selain itu, proposal bisnis dan proyeksi keuangan dinilai masih perlu dipersiapkan lebih matang sebelum melakukan ekspansi.

Irwan Mussry: Produk Berkualitas Akan Dicari Konsumen

Sementara itu, panelis Irwan Mussry menilai keberhasilan bisnis kuliner tidak semata ditentukan oleh lokasi usaha. Menurutnya, produk yang memiliki kualitas baik akan tetap dicari oleh konsumen.

"Saya percaya kalau produknya sangat bagus, orang akan datang ke produknya di mana pun lokasi yang ada," ujar Irwan.

Ia pun mengingatkan agar Fury Maru lebih fokus memperkuat fondasi bisnis sebelum memutuskan melakukan relokasi outlet.

Reino Barack Soroti Strategi Branding

Masukan juga datang dari panelis Reino Barack yang menilai komunikasi merek Fury Maru masih perlu diperjelas. Menurutnya, penyampaian slogan mengenai "saus juara" berpotensi membuat konsumen bingung apakah produk utama yang dijual adalah dimsum atau saus.

"Jual dimsum apa saus atau sebetulnya apa sih? jadi mungkin dari segi komunikasinya brandingnya perlu diperjelas dikit," kata Reino.

Menanggapi hal tersebut, Manda menjelaskan bahwa Fury Maru memang ingin menonjolkan keunggulan saus mentai sebagai pembeda dari dimsum pada umumnya.

"Mentainya kan saus. Jadi kita bold-nya di sausnya juara. Karena Dimsum Mentai, bukan dimsum original yang tanpa saus," jelasnya.

Dimsum Masih Menjadi Produk Andalan

Di akhir sesi, panelis Sebastian Togelang menanyakan kemungkinan Fury Maru mengembangkan menu lain, seperti nasi atau mi dengan berbagai pilihan saus.

Manda mengatakan saat ini perusahaan masih memprioritaskan dimsum sebagai produk utama karena memiliki penjualan paling tinggi dibandingkan menu lainnya.

Berbagai masukan dari para panelis diharapkan dapat menjadi bekal bagi Fury Maru untuk memperkuat strategi bisnis, mulai dari menentukan fokus pengembangan usaha, menyempurnakan branding, hingga mempersiapkan ekspansi secara lebih matang di masa mendatang.

(Putri Purnama Sari)