Banyak Pendatang 'Buta' Kondisi Jakarta, Pramono Minta Segera Didata

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Banyak Pendatang 'Buta' Kondisi Jakarta, Pramono Minta Segera Didata

Aris Setya • 30 March 2026 13:12

Jakarta: Gelombang kedatangan warga pendatang baru ke Jakarta selepas Idulfitri 1447 H mulai terpantau oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, banyak dari pendatang tersebut yang belum memahami kondisi objektif di Ibu Kota namun memiliki ekspektasi tinggi untuk mengadu nasib.

"Jadi kami sekarang ini memang sudah mulai mendapatkan laporan, ada beberapa pendatang yang belum mengetahui tentang Jakarta ketika sampai di Jakarta," ujar Pramono di Jakarta Pusat, Senin, 30 Maret 2026.
 


Pramono menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap warga pendatang baru tersebut. Meskipun sebagian besar pendatang masih awam dengan situasi Jakarta, ia memahami bahwa motivasi utama mereka adalah mencari penghidupan yang lebih baik.

Harapan untuk mendapatkan peluang kerja yang luas di Ibu Kota menjadi faktor penarik utama bagi para pendatang dari berbagai daerah tersebut.

"Dan rata-rata mereka memang menaruh harapan bisa mencari peluang untuk bekerja di Jakarta," tutur Pramono.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Lebih lanjut, politikus PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tetap pada komitmennya untuk tidak menggelar operasi yustisia atau razia kependudukan yang bersifat represif. Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja, namun Pramono memberikan catatan penting bagi mereka yang berniat menetap.

Ia mengingatkan agar para pendatang membekali diri dengan keahlian yang relevan. Hal ini bertujuan agar para pendatang baru tidak terlunta-lunta dan mampu bersaing secara sehat di pasar kerja Jakarta yang sangat kompetitif.

"Kami meminta siapa pun yang datang ke Jakarta, mau kerja di Jakarta, tentunya dengan kapasitas dan kapabilitas untuk bekerja di Jakarta," jelas Pramono.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)