Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat, 21 Agustus 2026. ANTARA/Sumarwoto
Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed Disegel KPK
Lukman Diah Sari • 21 August 2026 13:58
Banyumas: Sejumlah ruang pimpinan di lantai tiga Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto disegel tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat, 21 Agustus 2026. Juru Bicara Unsoed Purwokerto, Edi Santoso, mengatakan baru mengetahui hal itu berdasar informasi dari para pegawai.
"Saya sendiri belum ke sana, tetapi informasi dari pegawai memang ruangan disegel," kata Edi kepada wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melansir Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.
Edi menjelaskan berdasarkan keterangan pegawai, penyegelan tersebut dilakukan terhadap ruang kerja rektor serta seluruh ruang kerja wakil rektor. "Tetapi saya belum melakukan pengecekan sampai ke atas," jelasnya.
Edi bahkan mengaku sempat bertemu dan berbincang langsung dengan yang bersangkutan. "Barusan saya ketemu beliau, baik-baik saja, masih bisa guyon (bercanda) dengan kita, jadi beliau masih di sini. Tidak ikut ke Jakarta," ujarnya.
Sementara Edi mengonfirmasi bahwa Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, bersama Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Kuat Puji Prayitno, serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas, Waluyo Handoko, memang sedang berada di Jakarta sejak Kamis, 20 Agustus 2026, untuk menghadiri agenda kedinasan di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: dok. Antara.
Meski demikian, pihak universitas belum dapat memastikan apakah agenda kedinasan tersebut berkaitan langsung dengan proses hukum yang tengah berlangsung. Edi menegaskan bahwa pihak kampus belum memperoleh informasi resmi mengenai perkara yang ditangani KPK maupun status hukum pihak-pihak terkait.
"Pada prinsipnya, Unsoed menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Tetapi tentang ini menyangkut kasus apa, kemudian pihak-pihak atau orang-orang terkait status hukumnya seperti apa, kita belum mendapatkan informasi karena dari KPK sendiri belum memberikan pernyataan resmi," ujarnya.
Pihak kampus enggan berspekulasi lebih jauh dan berkomitmen untuk memberikan pernyataan resmi setelah ada keterangan lanjutan dari pihak KPK.