Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa.
Lestari Moerdijat: Butuh Langkah Nyata dan Strategis Mendorong Minat Baca
Gabriella Thesa Widiari • 22 August 2026 20:44
Jakarta: Transformasi peran perpustakaan menjadi sarana mempermudah akses pengetahuan dan literasi tidak cukup dengan menggeser paradigma. Namun dibutuhkan langkah nyata dan strategis agar manfaat perpustakaan bisa meluas dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong agar pemanfaatan secara maksimal terhadap sumber daya yang ada untuk segera direalisasikan. Terlebih di tengah tantangan literasi yang masih rendah.
"Potensi yang dimiliki Perpustakaan Nasional harus mampu mendorong minat baca masyarakat," ujar Lestari dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Dia mengungkapkan, data Perpusnas mencatat hingga akhir 2024 terdapat 143.259 koleksi naskah Nusantara. Namun baru 7.987 naskah yang berhasil didigitalisasi.
Data terbaru Perpusnas per Maret 2026 menunjukkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) nasional masih berada di angka 40,6 atau dalam kategori rendah.
Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) tercatat 54,80 atau kategori sedang. Angka tersebut menjadi pijakan bahwa upaya meningkatkan literasi harus lebih masif.
Anggota Komisi X DPR RI itu mendorong akselerasi digitalisasi naskah kuno dan bahan bacaan.
"Naskah yang sudah didigitalisasi jangan hanya disimpan. Pemanfaatan secara maksimal harus segera direalisasikan," kata Lestari.
Di tengah keterbatasan anggaran, Rerie menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci.
"Sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan agar berbagai program peningkatan literasi masyarakat tetap dapat berjalan," kata Lestari.

Ilustrasi perpustakaan. Foto: dok. Medcom.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menambahkan, kolaborasi dapat diwujudkan melalui penguatan peran pemerintah daerah, keterlibatan pegiat literasi, hingga kebijakan fiskal yang mendukung, seperti pengurangan pajak buku dan bahan baku kertas.
"Merawat naskah berarti merawat akal budi bangsa. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, sangat krusial untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berdaya saing di masa depan," pungkas Lestari.