Pedagang Kulit Ketupat di Palmerah Jakbar 'Banjir' Pesanan

Pedagang kulit ketupat di Palmerah Jakbar. Foto: Antara.

Pedagang Kulit Ketupat di Palmerah Jakbar 'Banjir' Pesanan

Anggi Tondi Martaon • 20 March 2026 07:58

Jakarta: Pedagang kulit ketupat di sepanjang Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat, kewalahan memenuhi pesanan warga. Sebab, pesanan meningkat  menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

Salah satu pedagang, Aji, mengaku dirinya merupakan pedagang tetap yang sehari-hari berjualan di lokasi tersebut. “Kalau saya sih tiap hari di sini. Kalau enggak lagi mau Lebaran, biasanya janurnya dijual buat umbul-umbul acara hajatan sama stok ke pedagang ketupat sayur atau katering,” ujar Aji dikutip dari Antara, Jumat, 20 Maret 2026.

Adapun tingginya permintaan di momen jelang Lebaran membuat harga kulit ketupat naik dua kali lipat. “Harganya itu Rp12 ribu isinya 10 kalau Lebaran. Kalau hari biasa paling Rp5 ribu sampai Rp6 ribu,” ungkap Aji. 

Kendati harga naik, Aji menyebutkan, para pembeli memahami hal tersebut. Mereka tak mempersoalkannya lantaran ketupat memang menjadi sajian khas Lebaran.

"Karena lonjakan mau Lebaran, dari sananya juga sudah mahal bahannya,” sebut Aji.

Selain kulit ketupat, Aji menjual janur yang belum diolah. Harganya tetap normal, yaitu Rp10 ribu per ikatnya. 

"Alhamdulillah normal, tapi ada peningkatan,” ujar dia.

Untuk memenuhi permintaan yang tinggi, Aji mengaku tidak memproduksi sendiri kulit ketupat yang dijualnya. Ia memilih membeli dari pemasok karena keterbatasan waktu dan tingginya kebutuhan pasar.

“Saya beli lagi, kalau bikin sendiri nggak ke kejar. Soalnya kebutuhannya banyak, bisa sampai ribuan sehari kalau mau Lebaran kayak gini,” kata Aji.

Ilustrasi lebaran idulfitri. Foto: Freepik.

Adapun jumlah pembelian oleh konsumen bervariasi. Ada yang membeli dalam jumlah kecil, namun tak sedikit pula yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali.

“Paling banyak ada yang beli sampai 1.000, itu biasanya buat dijual lagi yang sudah matang. Kalau yang buat masak sendiri palingan belinya 20 sampai 50 kulit ketupat,” tuturnya.

Selama menjelang Lebaran, para pedagang kulit ketupat di kawasan Palmerah ini buka 24 jam. Bahkan, jual beli makin ramai saat tengah malam.

"Sekarang buka 24 jam karena biasanya makin malam justru makin banyak yang beli," ujar Hafid yang juga berjualan kulit ketupat.

Berbeda dengan Aji, kulit ketupat yang dijual Hafid merupakan hasil buatannya sendiri. Dibantu rekannya, ia menganyam kulit ketupat itu di lapaknya berjualan.

"Sehari bisa sampai 300 biji ini bikin kulit ketupatnya sembari menunggu yang beli kita bikin saja sendiri. Kalau ambil dari orang untungnya tipis banget. Mending bikin sendiri saja," kata Hafid.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)