Campak Merebak saat Mudik, Vaksinasi Harus Ditingkatkan

Ilustrasi Pexels

Campak Merebak saat Mudik, Vaksinasi Harus Ditingkatkan

Muhamad Marup • 17 March 2026 15:48

Jakarta: Campak jadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai para pemudik di momen Mudik Lebaran 2026. Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penyebaran penyakit ini telah terdeteksi di 12 provinsi di Indonesia.

Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Gadjah Mada (UGM), Ida Safitri Laksanawati, mengatakan kerentanan ini tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Kuncinya terletak pada kelengkapan dosis vaksin kombinasi Measles and Rubella (MR).

Dia menjelaskan, terdapat ketimpangan antara vaksin dosis pertama dan vaksin dosis kedua. Ketimpangan tersebut menjadi celah bagi hilangnya kekebalan kelompok. "Ketika cakupan MR2-nya tidak optimal, dalam rentang waktu lima tahun ke depan, kadar antibodi orang yang sudah divaksinasi tersebut akan menurun signifikan," ujar Ida, melansir laman resmi UGM, Selasa, 17 Maret 2026.

Ida menekankan agar masyarakat tidak menyikapi situasi ini dengan kepanikan berlebih, melainkan dengan peningkatan kewaspadaan melalui persiapan yang matang. Dia mendorong pemudik untuk lebih cermat dalam menimbang risiko sebelum bepergian.

"Perhatikan di mana kasus itu menyebar, dan dengan siapa akan bepergian. Terutama dengan anggota keluarga dengan usia yang berisiko, misalnya bayi usia 6 bulan, tentu belum mendapatkan vaksin campak. Kalau tidak begitu penting, jangan diajak berkerumun," katanya.

Sebagai informasi, data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hingga pekan ke-17 tahun 2026 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek, dengan 572 kasus terkonfirmasi, dan telah menyebabkan empat kematian.

Antisipasi Pemerintah


Ilustrasi - Campak. Foto: ANTARA/Shutterstock.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah tengah melakukan langkah proaktif dengan mempercepat program vaksinasi campak. Hal ini dilakukan sebagai upaya perlindungan dini sebelum pergerakan massa secara masif terjadi pada saat libur Lebaran.

Kemenkes, kata dia, memfokuskan penetrasi imunisasi di 50 kabupaten/kota prioritas. Menkes menyebutkan bahwa dalam sepekan terakhir, pelaksanaan imunisasi di wilayah-wilayah tersebut berjalan dengan baik.

"Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi minimal mencapai 95% untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) guna memutus rantai penyebaran di masyarakat," terangnya.

Menkes meminta para orang tua untuk segera melengkapi status imunisasi putra-putri mereka, setidaknya dua minggu sebelum keberangkatan mudik. Imunisasi dinilai sebagai langkah paling efektif untuk melindungi anak-anak dari risiko komplikasi serius akibat penyakit campak.

"Untuk anak-anak yang mudik supaya tidak kena campak, segera imunisasi" pungkasnya.

Dengan adanya pergerakan masyarakat yang masif selama Lebaran, kelengkapan imunisasi menjadi kunci utama agar perjalanan mudik tetap aman dan tidak menjadi sarana transmisi penyakit bagi keluarga di kampung halaman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)