Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Dibuka ke Level Rp17.249/USD Kamis Pagi
Eko Nordiansyah • 23 April 2026 09:11
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali mengalami pelemahan. Rupiah melemah saat dolar AS mengalami penguatan di tengah perpanjangan gencatan senjata AS-Iran.
Mengutip data Bloomberg, Kamis, 23 April 2026, rupiah berada di level Rp17.249 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 68 poin atau setara 0,40 persen dari Rp17.181 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.174 per USD. Rupiah terpantau masih melemah dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin sebesar Rp17.137 per USD.

(Ilustrasi. MI/Susanto)
Rupiah masih fluktuatif cenderung melemah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih fluktuatif, namun cenderung melemah. Mata uang Garuda akan bergerak di kisaran Rp17.180 hingga Rp17.220 per dolar AS.Ibrahim menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Ia menyebut, penguatan dolar AS terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik, termasuk rencana perpanjangan gencatan senjata AS dengan Iran.
"Kondisi tersebut turut berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz yang menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar," kata dia.
Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari dalam negeri. Menurutnya, pasar mencermati besarnya kebutuhan pembiayaan pemerintah pada 2026, dengan jatuh tempo utang mencapai Rp833,96 triliun.
"Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan global," ujarnya.