Presiden Trump dan Jeffrey Epstein. (NBC)
Dari Elon hingga Trump, Ini 18 Tokoh yang Disebut di Epstein Files
Riza Aslam Khaeron • 3 February 2026 13:39
Jakarta: Publik kembali dikejutkan dengan rilis jutaan halaman dokumen oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) yang berkaitan dengan penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein. Sosok Epstein, seorang taipan keuangan asal Amerika, telah lama dikenal sebagai pelaku kejahatan seksual, pemerkosa berantai, dan pelaku perdagangan manusia.
Ia ditangkap kembali pada 6 Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak di negara bagian Florida dan New York. Epstein kemudian ditemukan meninggal dunia di sel tahanan Manhattan pada 10 Agustus 2019. Meski secara resmi dinyatakan bunuh diri, kematiannya memunculkan berbagai teori konspirasi.
Karena tekanan publik yang meningkat, pada 30 Januari 2026, Departemen Kehakiman AS merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen investigasi, termasuk lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar yang berkaitan dengan kasus Epstein.
Rilis tersebut sebagai bagian kepatuhan terhadap Epstein Files Transparency Act, undang-undang yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada 19 November 2025.
Di antara dokumen tersebut, muncul berbagai nama tokoh terkenal, mulai dari raksasa teknologi, konglomerat, mantan kepala negara, hingga pejabat dan pengusaha elite, yang disebut dalam korespondensi, catatan agenda, serta dokumen internal lainnya.
Berikut daftar tokoh terkenal yang namanya muncul dalam “Epstein files”.
Andrew Mountbatten-Windsor (mantan Pangeran Andrew)

Pangeran Andrew terlihat bersama seorang perempuan. (Dok. Departemen Kehakiman AS)
Andrew, mantan Pangeran Inggris, merupakan salah satu tokoh yang paling banyak disebut dalam dokumen Epstein. Ia dituduh oleh Virginia Giuffre sebagai salah satu orang yang memaksanya berhubungan seks saat masih berusia 17 tahun.
Tuduhan ini konsisten ia bantah. Namun, sorotan publik meningkat setelah muncul bukti dalam bentuk foto dirinya bersama Giuffre dan Ghislaine Maxwell, serta berbagai email Epstein yang menyebut Andrew.
Dalam sejumlah catatan, Andrew juga disebut diundang makan malam di Istana Buckingham dan ditawari perkenalan dengan seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun oleh Epstein. Tahun lalu, Raja Charles III mencabut seluruh gelar kehormatan Andrew.
Sarah Ferguson
Mantan istri Andrew, Sarah Ferguson, juga disebut dalam email kepada Epstein pada 2011, dua bulan setelah ia secara terbuka meminta maaf karena membiarkan Epstein membayar sebagian utangnya. Dalam email tersebut, Ferguson meminta saran Epstein tentang bagaimana menjawab pertanyaan publik saat tampil di acara Oprah Winfrey.Ferguson menulis, “Saya hanya ingin memastikan Anda tahu tentang hal ini dan meminta nasihat Anda.” Epstein membalas dengan menyebut dirinya “dideskripsikan tidak adil sebagai pedofil oleh media tabloid.”
Elon Musk

Elon Musk. (LUDOVIC MARIN/EPA-EFE)
Pendiri Tesla dan pemilik X (sebelumnya Twitter) ini muncul dalam korespondensi email dengan Epstein terkait rencana liburan di Karibia pada 2012–2014. Email-email tersebut menunjukkan bahwa Musk dan Epstein membahas kunjungan ke Little St. James serta sejumlah pesta di sekitar wilayah tersebut.
Dalam email tertanggal 25 November 2012, Epstein menanyakan jumlah orang yang akan dibawa Musk menggunakan helikopter. Musk menjawab kemungkinan hanya dirinya dan istrinya saat itu, Talulah Riley. Ia juga menanyakan, “Malam/hari mana yang akan menjadi pesta paling liar di pulau Anda?”
Pada 25 Desember 2012, Musk kembali menulis bahwa ia ingin “masuk ke skena pesta di St. Barts atau tempat lain” setelah Natal, dan menyebut bahwa pengalaman “pulau yang tenang” bukanlah gaya liburan yang ia cari.
Epstein kembali mengundang Musk pada November 2013, menyebut Woody Allen sedang bersamanya.
Musk menjawab “Ya.” Namun pada September 2014, ketika diundang kembali, Musk membalas, “Belum tahu.” Catatan staf Epstein menunjukkan bahwa Musk dijadwalkan datang pada 6 Desember 2014, tetapi email susulan pada 5 Desember mempertanyakan kepastian rencana tersebut.
Hingga kini, belum ada konfirmasi publik apakah kunjungan itu benar-benar terjadi. Musk kemudian menyatakan di platform X bahwa ia menolak undangan ke pulau Epstein dan tidak pernah menggunakan pesawat Epstein, sembari mengakui bahwa sebagian email bisa disalahartikan.
Richard Branson
Pendiri Virgin Group ini beberapa kali bertukar email dengan Epstein. Pada 2013, ia bahkan mengundang Epstein ke pulau pribadinya dan sempat bercanda soal “bawa haremmu.” Dalam email lain, Branson menyarankan Epstein untuk merehabilitasi citranya dengan bantuan Bill Gates.Pihak perusahaan menyatakan interaksi tersebut terjadi dalam konteks grup atau urusan bisnis lebih dari satu dekade lalu dan memutus kontak setelah mengetahui tuduhan serius terhadap Epstein.
Donald Trump

Trump dan Epstein. (NBC)
Trump dan Epstein diketahui pernah berada dalam lingkar sosial yang sama sebelum hubungan keduanya memburuk. Nama Trump sering muncul dalam dokumen, namun sebagian besar berupa rujukan internal, tautan berita, dan obrolan yang tidak secara langsung menuduh keterlibatan kriminal.
Dalam deposisi tahun 2009, Juan Alessi (mantan manajer rumah Epstein) menyatakan bahwa Trump “tidak pernah” menginap di rumah Epstein di Palm Beach maupun menerima layanan pijat di sana.
Sebuah pesan pada 28 September 2012 menanyakan: “Apa pendapat JE soal pergi ke Mar-a-Lago setelah Natal alih-alih ke pulaunya?” Namun nama pengirim dan penerima disensor, dan tidak diketahui apakah pesan itu dibalas.
Departemen Kehakiman menyebut sejumlah informasi dalam dokumen sebagai tidak akurat, dan Trump menyatakan bahwa dokumen itu justru “membersihkannya” dari tuduhan. Di sisi lain, ada ringkasan laporan masyarakat yang menyebut nama Trump, tetapi sebagian besar laporan tersebut kemudian dianggap tidak kredibel oleh FBI karena kurang bukti.
Bill Clinton

Bill Clinton seperti yang terlihat di Epstein Files. (Dok. Departemen Kehakiman AS)
Mantan Presiden AS ini beberapa kali naik jet pribadi Epstein dan terlihat menghadiri acara bersama di Gedung Putih. Namun, ia membantah mengetahui kejahatan Epstein dan menyatakan telah memutus hubungan sejak dakwaan pertama pada 2006.
Dokumen juga menunjukkan foto Clinton di rumah Epstein serta protes publik yang mempertanyakan mengapa Clinton tidak diperiksa. Tidak ada korban yang secara terbuka menuduh Clinton terlibat langsung dalam kejahatan Epstein.
Steven Tisch
Pemilik New York Giants ini disebut lebih dari 400 kali. Dalam salah satu email tahun 2013, Epstein menyebut seorang perempuan Ukraina dan memuji kecantikannya. Tisch menjawab, “Profesional atau warga sipil?”Tisch mengakui pernah mengenal Epstein, tetapi menegaskan interaksinya terbatas pada diskusi soal perempuan dewasa, film, dan filantropi. Ia menyebut Epstein sebagai “orang mengerikan” yang sangat disesalinya.
Casey Wasserman
Ketua panitia Olimpiade Los Angeles 2028 ini diketahui bertukar email bernada genit dengan Ghislaine Maxwell pada 2003. Dalam salah satu email, Wasserman menulis, “Saya selalu memikirkanmu. Apa yang harus saya lakukan agar bisa melihatmu pakai pakaian kulit ketat?”Ia kemudian menyatakan penyesalan dan menegaskan tidak pernah memiliki hubungan pribadi maupun bisnis dengan Epstein. Maxwell kini menjalani hukuman 20 tahun penjara atas perdagangan seks.
Ehud Barak
Mantan Perdana Menteri Israel ini diketahui menjalin kontak rutin dengan Epstein, bahkan setelah Epstein dihukum pada 2008. Ia pernah menginap di kediaman Epstein di New York pada 2017 dan mengatur pertemuan lain melalui korespondensi.Barak mengakui pernah naik jet pribadi Epstein dan menyatakan kunjungannya murni urusan profesional. Ia menyangkal pernah menyaksikan pesta atau perilaku yang tak pantas.
| Baca Juga: Pangeran Belgia Tolak Undangan Epstein, Mengaku Pernah Bertemu Dua Kali |
Larry Summers
Mantan Menteri Keuangan AS di era Bill Clinton sekaligus mantan Presiden Universitas Harvard ini merupakan salah satu kenalan lama Epstein yang cukup dikenal publik. Dokumen terbaru menunjukkan banyak referensi terkait pertemuan dan makan malam antara keduanya.Sekumpulan dokumen yang dirilis sebelumnya juga menunjukkan bahwa Summers mengirim email kepada Epstein pada 2019, setelah Epstein didakwa atas pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Dalam email itu, Summers membahas interaksinya dengan seorang perempuan dan menulis bahwa ia mengatakan kepada perempuan itu, "kamu itu genit." Epstein membalas, "reaksimu bagus."
Summers kemudian menyebut interaksinya dengan Epstein sebagai "kesalahan besar dalam penilaian."
Howard Lutnick
Pejabat tinggi yang juga disebut sebagai Menteri Perdagangan AS di era Trump ini diketahui pernah mengunjungi pulau Epstein di Little St. James bersama keluarganya. Catatan menunjukkan ia menerima undangan pada 2012 dan datang menggunakan kapal pesiar bersama istri dan anak-anak.Keterangan tersebut bertentangan dengan klaim sebelumnya bahwa ia sudah lama memutus hubungan. Departemen Perdagangan menyatakan interaksinya dengan Epstein “sangat terbatas dan selalu disertai istri.”
Sergey Brin
Pendiri Google ini sempat direncanakan akan bertemu Epstein dan Maxwell pada 2003. Dalam salah satu email, Maxwell mengundangnya untuk menonton pemutaran film “Down with Love”. Beberapa minggu kemudian, Maxwell mengajak Brin makan malam santai di rumah Epstein.Brin merespons dengan menawarkan membawa CEO Google saat itu, Eric Schmidt. Tidak ada catatan bahwa pertemuan tersebut benar-benar terjadi.
Steve Bannon
Mantan penasihat Donald Trump ini bertukar ratusan pesan dengan Epstein pada 2018 dan 2019. Mereka membahas proyek dokumenter, perjalanan, dan isu politik, termasuk tentang Federal Reserve serta permintaan Bannon menggunakan jet pribadi Epstein.Sebagian pesan berisi obrolan ringan dan gosip politik. Bannon belum memberikan tanggapan resmi atas rilis dokumen ini.
Miroslav Lajcak
Penasihat keamanan nasional Slovakia ini mengundurkan diri setelah korespondensinya dengan Epstein terungkap. Lajcak, yang juga pernah menjabat Presiden Majelis Umum PBB, menyatakan hubungannya dengan Epstein hanya dalam konteks diplomatik.Namun, tekanan politik dari oposisi dan partai koalisi menyebabkan ia mundur dari jabatannya.
Bill Gates

Bill Gates dan Jeffrey Epstein. (via New York Times)
Nama Bill Gates muncul dalam dokumen melalui sejumlah email internal Epstein. Dua di antaranya adalah email yang dikirim Epstein kepada dirinya sendiri pada 18 Juli 2013, yang berisi klaim tidak terverifikasi terkait kehidupan pribadi Gates, termasuk dugaan hubungan di luar pernikahan yang disebut-sebut membuatnya membutuhkan antibiotik.
Epstein juga menyusun draf surat pengunduran diri palsu yang ditulis seolah-olah dari seseorang bernama “Boris," yang mengaku pernah diperintahkan melakukan tindakan “tidak pantas secara moral” hingga “berpotensi melampaui batas legal” demi kepentingan figur berpengaruh.
Juru bicara Bill Gates menyatakan bahwa klaim-klaim dalam dokumen tersebut “absurd” dan “sepenuhnya salah.”
Ia menilai dokumen mencerminkan frustrasi Epstein karena gagal menjalin hubungan berkelanjutan dengan Gates. Sebelumnya, laporan media menyebut Epstein pernah berupaya menekan Gates melalui dugaan hubungan dengan seorang pemain bridge asal Rusia, tetapi kebenaran cerita itu tetap diperdebatkan dan belum dikonfirmasi pihak terkait.
Kathryn Ruemmler
Mantan penasihat hukum Gedung Putih era Presiden Barack Obama ini disebut dalam email Desember 2015. Dalam salah satu korespondensi, Kathryn Ruemmler menulis bahwa ia “menyukai” Epstein dan menyamakan relasi mereka seperti “memiliki kakak laki-laki tambahan.” Pernyataan itu muncul setelah Epstein menawarkan tiket kelas satu untuk perjalanan ke Eropa.Setelah dokumen ini terungkap, Ruemmler menyatakan penyesalan karena pernah menjalin kedekatan dengan Epstein dan menegaskan bahwa ia tidak mengetahui kejahatan yang dilakukan Epstein.
Dr. Mehmet Oz
Epstein tercatat pernah membiayai perjalanan Dr. Mehmet Oz pada tahun 2004 melalui agen perjalanan. Nilai tagihan yang dibayar tercatat sebesar US$1.592. Dalam catatan lain, Epstein disebut menerima undangan ke acara pada 2014 di mana Dr. Oz menjadi pembicara. Namun, Epstein menulis bahwa ia tidak bisa hadir.Terdapat pula satu email dari Dr. Oz yang dikirim pada 2016, namun isi lengkap email tersebut telah disunting dan tidak diketahui secara publik.
Jeff Bezos
Nama pendiri Amazon ini muncul dalam sebuah email bertanggal Oktober 2009 dari Peggy Siegal kepada Epstein. Siegal menyebut bahwa Jeff Bezos hadir dalam sebuah pesta privat (after-party) yang diadakan di rumah Ghislaine Maxwell.Dokumen tidak menyiratkan keterlibatan pidana apa pun, dan nama Bezos hanya muncul sebagai bagian dari catatan interaksi sosial yang bersifat umum dan tidak mengindikasikan adanya hubungan pribadi atau bisnis langsung dengan Epstein.