LRT Jabodebek Jadi 'Primadona' Baru Pekerja, Penumpang Naik Drastis

LRT Jabodebek. Foto: Dok. Istimewa.

LRT Jabodebek Jadi 'Primadona' Baru Pekerja, Penumpang Naik Drastis

Aris Setya • 4 February 2026 02:05

Jakarta: Tren penggunaan transportasi publik berbasis rel di wilayah ibu kota dan sekitarnya menunjukkan grafik yang kian menanjak. Sepanjang Januari 2026, KAI mencatat sebanyak 2.714.594 perjalanan pengguna LRT Jabodebek, atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya menyentuh angka 2,1 juta pengguna.

“Peningkatan pengguna menunjukkan adanya kepercayaan publik terhadap transportasi massal. Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan tetap andal di jam sibuk agar peralihan dari kendaraan pribadi bersifat berkelanjutan, bukan sementara,” ujar Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, Selasa, 3 Februari 2026.
 


Lonjakan ini paling kentara terlihat pada hari kerja, dengan rekor tertinggi tercatat pada Kamis, 22 Januari 2026, yang mencapai 123.276 pengguna dalam sehari. Angka tersebut membuktikan bahwa LRT Jabodebek kini telah menjadi andalan utama bagi kaum penglaju atau pekerja perkantoran di Jakarta dan wilayah penyangga.

Radhitya menjelaskan bahwa pertumbuhan ini juga tak lepas dari fasilitas pendukung yang kian lengkap di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta. KAI menyediakan eskalator, lift, charging station, hingga water station gratis. Selain itu, aspek inklusivitas menjadi perhatian utama melalui penyediaan guiding block, akses lift prioritas, serta area khusus bagi pengguna kursi roda, lansia, dan ibu hamil.


Penumpang LRT Jabodebek. Foto: Dok. Istimewa.

“Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan agar tetap inklusif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna,” terangnya.

Dengan volume perjalanan yang mencapai 2,7 juta dalam sebulan, LRT Jabodebek kian mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi harian yang konsisten. Keandalan waktu tempuh dan integrasi antarmoda yang semakin matang menjadi dasar kuat bagi masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik yang lebih efisien.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)