Presiden Prabowo Subianto saat pidato arah kebijakan ekonomi 2027. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Presiden Prabowo Dorong Perbaikan Sistem Ekonomi demi Kemakmuran Bangsa
Muhamad Marup • 20 May 2026 11:43
Jakarta: Presisden Prabowo Subianto mendorong perbaikan sistem ekonomi untuk meningkatkan kemakmuran bangsa. Menurut dia, saat ini sistem ekonomi pada arah yang tidak tepat dan sistem yang kurang baik sehingga perekonomian Indonesia tertinggal dair negara lain.
"Kalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun ini saya yakin tidak mungkin kita jadi bangsa yang makmur," ujar Presiden, dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 dalam Rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Prabowo mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam melimpah. Indonesia merupakan pengekspor terbesar tiga komoditas yaitu minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi.
"Tiga komoditas ini menghasilkan USD65 miliar setara Rp1.100 triliun," terang dia.
Rasio belanja Indonesia terhadap PDB rendah
Meski demikian, Presiden menyoroti rendahnya rasio belanja Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto. Di antara negara G20, Indonesia bahkan menjadi negara paling terendah.
Presiden Prabowo juga menyinggung peningkatan ekonomi Indonesia sekitar lima persen sejak tujuh tahun lalu. Dengan total 35 persen, Indonesia harusnya bisa lebih sejahtera.
"Pertumbuhan kita dalam tujuh tahun memang baik. Lima persen tiap tahun. Pertumbuhan kita 35 persen, harusnya kita tambah kaya 35 persen," tutur Prabowo.
Ia menambahkan, perlunya perbaikan sistem terlihat dari jumlah rakyat miskin yang bertambah dari 46,1 persen menjadi 49,5 persen. Kelas menengah juga berkurang dari 22,1 persen menjadi 17,4 persen.
"Pertumbuhan 35 persen, tapi kelas menengah menurun, dan kemiskinan bertambah. Kemungkinan besar, saya yakin sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajectory yang tidak tepat," ucap dia.