Sedikitnya tujuh orang tewas dan 21 terluka dalam aksi saling serang terbaru Rusia dan Ukraina. (Anadolu Agency)
Aksi Saling Serang Rusia-Ukraina Berlanjut, Tujuh Orang Tewas 21 Terluka
Willy Haryono • 11 August 2026 13:41
Moskow: Sedikitnya tujuh orang tewas dan 21 lainnya terluka dalam serangan yang saling dilancarkan Rusia dan Ukraina pada Senin malam, menurut pejabat dari kedua negara.
Gubernur Voronezh, Aleksandr Gusev, mengatakan sebuah drone jatuh di Distrik Novousmansky, Rusia, menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya.
Dalam unggahan di platform Max yang dikutip Anadolu, Selasa, 11 Agustus 2026, Gusev menyebut insiden itu juga memicu kebakaran di dua gudang yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan besar. Luas area yang terbakar masing-masing mencapai sekitar 16.000 meter persegi dan 20.000 meter persegi.
Selain itu, tiga truk dan satu mobil dilaporkan rusak akibat puing-puing drone.
Gudang tersebut diyakini milik Wildberries, perusahaan e-commerce terbesar di Rusia. Wildberries menyatakan seluruh fasilitas logistiknya di Voronezh telah dievakuasi sebagai langkah pencegahan.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh 396 drone Ukraina di berbagai wilayah Rusia dan di Krimea, yang dianeksasi Moskow pada 2014.
Di pihak lain, Gubernur Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, mengatakan serangan gabungan Rusia yang melibatkan rudal dan bom berpemandu menewaskan enam orang serta melukai 19 lainnya di kota tersebut.
Menurut Fedorov, serangan itu merusak empat bangunan apartemen dan sejumlah bangunan non-hunian.
Hingga kini, klaim dari kedua belah pihak belum dapat diverifikasi secara independen karena perang masih berlangsung.
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina meningkatkan serangan drone terhadap fasilitas logistik Wildberries, yang menurut Kyiv menjadi bagian dari rantai pasok militer Rusia. Sejak 18 Juli, lebih dari 15 pusat logistik Wildberries di berbagai wilayah Rusia, termasuk Moskow, Tambov, Leningrad, Krasnodar, Volgograd, Stavropol, dan Krimea, dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Namun, pemerintah Rusia dan pihak Wildberries membantah tuduhan tersebut dan menegaskan seluruh fasilitas itu merupakan infrastruktur sipil.
Baca juga: Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal Balistik, 5 Orang Tewas di Zaporizhzhia