Proses pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo/Balai Besar TNBTS
Kebakaran Bromo Capai 176 Hektare, Khofifah Targetkan Padam Pekan Ini
Daviq Umar Al Faruq • 8 August 2026 11:59
Malang: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menargetkan kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo dapat dipadamkan pada pekan ini. Target itu dikejar dengan menambah armada helikopter water bombing setelah luas area terbakar mencapai sekitar 176 hektare.
Khofifah mengatakan, satu helikopter bantuan BNPB dari Kalimantan Tengah telah tiba dan mulai melakukan operasi pemadaman pada Jumat, 7 Agustus 2026. Satu helikopter tambahan dijadwalkan datang dari Banjarmasin ke Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh untuk memperkuat operasi udara pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
"Kebakaran di Bromo, awal itu terkonfirmasi 7,9 hektare. Besoknya menjadi 44, jadi 51. Sampai tadi pagi 176 hektare," kata Khofifah saat meninjau lokasi terdampak kebakaran di Gunung Bromo, Jumat, 7 Agustus 2026.
Helikopter bantuan tersebut didatangkan melalui perjalanan panjang dari Kalimantan Tengah sebelum akhirnya tiba di Jawa Timur. Khofifah mengatakan, armada itu kini telah menjalankan tugas pemadaman dari Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.
"Nah, tadi pagi baru sampai satu itu dari Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah itu saya mengikuti kemarin dari Palangkaraya ke Pangkalan Bun, kemudian ke Juanda, kemudian ke ABD Saleh. Hari ini sudah bisa melakukan penguatan dari upaya untuk pemadaman," jelas Khofifah.
Sebelum helikopter water bombing tiba, upaya pembasahan telah dilakukan menggunakan *drone* yang membawa air sekitar 100 hingga 150 liter. Menurut Khofifah, penggunaan drone juga membutuhkan proses perizinan dan koordinasi karena harus melewati sejumlah jalur penerbangan.
"Sebelumnya yang kita lakukan drone itu menurut saya pembasahan ya, Kawan-Kawan, karena antara 100 sampai 150 liter kapasitas air yang bisa dilakukan oleh drone. Itu juga izinnya tidak mudah, menyampaikan bahwa drone lainnya itu melewati ini ini ini. Artinya, kita melakukan itu," ungkap Khofifah.

Khofifah menyebut satu helikopter water bombing telah melakukan operasi pada Jumat dengan waktu operasi yang menyesuaikan izin dari Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh. Kondisi angin di kawasan Bromo menjadi salah satu faktor yang menentukan jumlah sortie yang dapat dilakukan dalam sehari.
"Kadang-kadang anginnya cukup kuat di sini sehingga tidak bisa dihitung secara normal sehari kalau dari jam 07.00 WIB bisa berapa kali sortie. Itu tidak semua bisa dihitung itu, karena kalau tiba-tiba ada angin yang cukup kencang maka heli tidak dimungkinkan operate. Hal-hal seperti itu memang harus dilakukan proses penyesuaian," ungkap Khofifah.
Untuk memperkuat operasi udara, satu helikopter tambahan BNPB dijadwalkan tiba pada Sabtu pagi dari Banjarmasin menuju Abdulrachman Saleh. Khofifah berharap kondisi angin lebih bersahabat sehingga kedua helikopter dapat beroperasi secara maksimal. Selain tambahan armada, ketersediaan sumber air juga dinilai mempercepat operasi water bombing. Jika pada kebakaran 2023 pengambilan air dilakukan dari Kaliandra dan Batu, kali ini helikopter dapat mengambil air dari Ranupane yang lokasinya lebih dekat.
"Tahun 2023 yang lalu kita masih ambil air dari Kaliandra dan dari Batu. Hari ini rupanya sudah bisa ambil air dari Ranupane, ya. Dari Ranupane sehingga lebih dekat. Jadi mudah-mudahan besok anginnya landai, kemudian mengambil airnya dari Ranupane, dua heli water bombing bisa maksimal. Mudah-mudahan bisa segera padam semua. Tinggal tiga titik, artinya," beber Khofifah.
Khofifah optimistis penambahan satu helikopter dapat mempercepat proses pemadaman hingga tuntas. Ia menargetkan seluruh titik api dapat dikendalikan pada Sabtu apabila kondisi cuaca dan operasi udara berjalan sesuai rencana.
"Besok insyaallah kalau satu lagi datang, mudah-mudahan bisa tuntas besok," tegas Khofifah.