Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)
Zelensky Kecam Serangan Rusia ke Kereta Penumpang yang Tewaskan 4 Orang
Muhammad Reyhansyah • 28 January 2026 10:06
Kharkiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan drone Rusia terhadap sebuah kereta penumpang sebagai “terorisme," setelah otoritas setempat menyebut sedikitnya empat orang tewas dalam insiden tersebut.
Zelensky mengatakan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang setelah kereta yang membawa lebih dari 200 penumpang itu dihantam di wilayah Kharkiv, Ukraina timur laut, Selasa, 27 Januari 2026.
Dalam unggahan di media sosial pada Selasa malam, Zelensky menulis, “Di negara mana pun, serangan drone terhadap kereta sipil akan dipandang dengan cara yang sama, murni sebagai terorisme.” Ia menegaskan tidak ada “pembenaran militer” dalam penargetan warga sipil, seraya menyebut terdapat 18 orang di gerbong yang terkena langsung.
Dilansir dari BBC, Rabu, 28 Januari 2026, foto dan rekaman yang dirilis layanan darurat Ukraina memperlihatkan sedikitnya satu gerbong rusak parah dan masih terbakar setelah serangan. Kantor kejaksaan wilayah Kharkiv menyatakan kereta itu dihantam di dekat Desa Yazykove. Satu drone mengenai gerbong secara langsung, sementara dua lainnya meledak di sekitar rangkaian kereta.
Menurut kejaksaan, kereta tersebut melaju dari Kota Chop di perbatasan barat menuju Barvinkove di wilayah Kharkiv, melalui ibu kota regional Kharkiv. Jalur ini berlanjut ke wilayah Donetsk dan digunakan warga setempat serta tentara Ukraina yang bepergian untuk dan dari masa cuti.
Secara terpisah, pejabat di pelabuhan selatan Odesa melaporkan tiga orang tewas akibat serangan drone Rusia pada malam hari. Kepala militer kota Serhiy Lysak mengatakan lebih dari 50 drone diluncurkan ke Odesa, menyasar infrastruktur energi dan fasilitas sipil lainnya. Sedikitnya 25 orang dilaporkan terluka, dengan beberapa lantai sebuah gedung hunian runtuh dan sejumlah bangunan lain mengalami kerusakan.
Rusia belum memberikan komentar terkait kedua serangan tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, Moskow meningkatkan serangan drone dan rudal yang menargetkan infrastruktur energi dan transportasi Ukraina, ketika negara itu menghadapi musim dingin terberat dalam beberapa tahun. Akibatnya, jutaan warga di berbagai wilayah Ukraina kehilangan pemanas, listrik, dan air.
Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022, dan Moskow saat ini menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina. Serangan udara harian Rusia terus berlanjut meski Ukraina dan Rusia pekan lalu menggelar putaran terbaru perundingan yang bertujuan mengakhiri perang.
Perundingan tersebut, yang juga melibatkan negosiator Amerika Serikat, berlangsung di Uni Emirat Arab dan disebut semua pihak sebagai konstruktif. Namun, isu-isu utama terkait wilayah masih belum terselesaikan, dan pertemuan lanjutan diperkirakan akan digelar akhir pekan ini.
Baca juga: Serangan Drone Rusia Hantam Kereta Sipil Ukraina, Empat Orang Tewas