Alat berat untuk normalisasi Kali Cakung Lama. Foto: Metro TV/Yurike
Normalisasi Kali Cakung Lama Tertunda akibat Banjir Rawa Indah dan Sukapura
Yurike • 29 January 2026 12:49
Jakarta: Banjir kembali merendam pemukiman warga di Jalan Rawa Indah RT 06/ RW 03 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ketinggian banjir yang mencapai 30-40 sentimeter ini membuat proyek normalisasi Kali Cakung Lama tertunda di kawasan tersebut.
Terpantau di lokasi, dua alat berat ekskavator terikat satu sama lain dan tidak beroperasi. Petugas Suku Dinas SDA Jakarta Utara dan juga petugas PPSU Kelurahan Pegangsaan Dua, justru berjibaku untuk mengeruk sampah-sampah di sekitar kali akibat banjir.
Koordinator Lapangan Sudin SDA Jakut, Iwan Setiawan, mengatakan aktivitas normalisasi Kali Cakung Lama ini terhambat karena kedalaman air kali atau debit air, bertambah dalam menjadi 5 meter. Dimana normalnya hanya 3 meter. Petugas terpaksa menghentikan sementara, jika diteruskan, turap akan longsor di tengah banjir ini.
Baca Juga :Pemprov DKI Lanjutkan Normalisasi Ciliwung
"Kita mau gerak sudah gak bisa karena kondisi debit airnya lebih tinggi. Kalau kita gerak kemungkinan turap bisa longsor. Alat ini untuk pengerukan lumpur, normalisasi Kali Cakung Lama," kata Iwan, di Pegangsaan Dua, Kamis, 29 Januari 2026.
Seyogyanya, pada Kamis malam nanti pekerjaan akan dilanjutkan namun akan tertunda, melihat banjir belum diprediksi surut kapan.
"Kita mau pindah ke sebelah (RT 06) namun karena debit air masih tinggi jadi kita cancel malam ini," kata Iwan.
Sementara, Riska, seorang warga RT 01 RW 10 Sukapura, yang bersebelahan langsung dengan Rawa Indah, merasakan dampak yang sama. Tempat tinggalnya kebanjiran hingga masuk ke dalam rumah mencapai 40 sentimeter atau selutut orang dewasa.

Banjir menghambat normalisasi Kali Cakung Lama. Foto: Metro TV/Yurike
Riska dan warga lainnya terpaksa mengungsi ke sebuah bengkel tak jauh dari rumahnya. Menurutnya, banjir ini dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi dan banjir sudah mulai masuk sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi.
"Curah hujan cukup tinggi dan mungkin pintu airnya enggak dibuka. Di dalam rumah sampe selutut dalamnya," kata Riska.
Banjir ini mengganggu aktivitasnya. Hingga anak-anaknya yang sekolah harus meliburkan diri sementara akibat banjir ini.
"Dulu mah 5 tahunan banjir, sekarang sebulan aja udah enam kali banjirnya. Ganggu banget anak mau sekolah susah," jelas Riska.