Warga RW 04 Cipinang Melayu yang terdampak banjir mengungsi di Masjid Universitas Borobudur, Jaktim. Foto: Antara.
Puluhan Warga Cipinang Melayu Mengungsi Akibat Banjir
Anggi Tondi Martaon • 23 January 2026 20:15
Jakarta: Sebanyak 50 warga RW 04 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur (Jaktim) akhirnya mengungsi akibat banjir. Air mulai menggenangi permukiman warga sejak Kamis malam, 22 Januari 2026.
"Ada sekitar 50 warga RW 04 Cipinang Melayu yang akhirnya mengungsi karena memang banjir sudah tinggi," kata Ketua RW 04 Cipinang Melayu Yoni Triorama, dikutip dari Antara, Jumat, 23 Januari 2026.
Yoni menyebut, warga mulai mulai mengungsi sejak Kamis malam. Sebab, ketinggian air terus meningkat hingga mencapai 170 sentimeter (cm) di titik terdalam.
Warga menempati dua lokasi pengungsian. Yakni Masjid Universitas Borobudur dan Masjid Al-Hidayah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 jiwa mengungsi di Masjid Universitas Borobudur. Sedangkan 20 jiwa lainnya mengungsi di Masjid Al-Hidayah.
Selain itu, Yoni menyampaikan bantuan mulai dikirimkan dari sejumlah instansi. Di antaranya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta bantuan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Warga RW 04 Cipinang Melayu yang terdampak banjir mengungsi di Masjid Universitas Borobudur, Jaktim. Foto: Antara.
"Hari ini bantuan sudah masuk dari Damkar, MBG berupa bantuan makanan dan BPBD juga sudah mendirikan tenda. Rencananya pengungsi yang terpecah akan digabungkan di tenda BPBD, supaya lebih mudah pendataan dan koordinasi," jelas Yoni.
Total bantuan makanan dari MBG yang diterima warga RW 04 Cipinang Melayu mencapai 2.270 porsi. Sementara itu, fasilitas di tenda pengungsian saat ini masih terbatas.
"Baru ada tenda dan terpal. Kita masih menunggu bantuan seperti matras dan selimut, serta sudah koordinasi untuk MCK portabel," ujar Yoni.