6 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

Banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-Tiongkok menewaskan 1.375 orang. (Anadolu Agency)

6 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

7 September 2026 08:30

Jakarta: Setiap negara memiliki tingkat risiko bencana yang berbeda, tergantung pada kondisi geografis, paparan terhadap ancaman alam, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Sejumlah negara memiliki risiko lebih tinggi karena berada di kawasan yang rawan gempa, letusan gunung api, banjir, siklon hingga bencana lainnya.

Berdasarkan World Risk Index (WRI) yang dilansir dari World Population Review, Filipina menjadi negara dengan risiko bencana tertinggi dengan skor 46,56. India berada di posisi kedua dengan skor 40,73, sedangkan Indonesia menempati peringkat ketiga dengan skor 39,80. Dalam indeks ini, semakin tinggi skor WRI, semakin tinggi pula tingkat risiko bencana yang dihadapi suatu negara.

Berikut 6 negara dengan skor risiko bencana tertinggi dalam daftar World Risk Index 2026:

1. Filipina 

Filipina menjadi negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia dengan skor World Risk Index 46,56.  Negara ini berada di kawasan Pacific Ring of Fire sehingga memiliki aktivitas tektonik tinggi dan rentan terhadap gempa bumi serta letusan gunung api.

Filipina juga berada di jalur topan sehingga menghadapi ancaman siklon tropis, banjir, tsunami, dan longsor. Dilansir dari World Bank, lebih dari 360 bencana terjadi di Filipina dalam 30 tahun hingga 2017. Bencana tersebut menewaskan sekitar 33.000 orang dan berdampak terhadap sekitar 120 juta orang.

Salah satu bencana paling dahsyat adalah gempa dan tsunami Moro Gulf pada 17 Agustus 1976. Gempa berkekuatan sekitar 8,0 SR mengguncang Mindanao dan memicu tsunami yang menghantam lebih dari 700 kilometer garis pantai. Dari bencana tersebut diperkirakan memakan korban hingga 5.000-8.000 jiwa yang meninggal dunia dan hilang.

2. India 

India berada di posisi kedua dengan skor World Risk Index 40,73. Negara ini menghadapi berbagai ancaman, mulai dari siklon, banjir, kekeringan, gempa bumi, hingga longsor.

Wilayah India di kawasan Himalaya rentan terhadap gempa dan longsor, sementara wilayah dataran rendah lebih sering menghadapi banjir.

Berdasarkan data EM-DAT yang dilansir SBI Research, India mencatat 756 kejadian bencana alam sepanjang 1900-2021. Dari jumlah tersebut, 402 kejadian terjadi pada periode 1900-2000 dan 354 kejadian tercatat sepanjang 2001-2021.

Salah satu bencana terdahsyat yang pernah melanda India adalah tsunami Samudra Hindia pada 26 Desember 2004. Pemerintah India mencatat 10.273 orang meninggal dan 5.823 lainnya dilaporkan hilang atau dikhawatirkan meninggal akibat tsunami tersebut.

Ilustrasi. Dok Antara.

3. Indonesia 

Indonesia menempati peringkat ketiga dengan skor World Risk Index 39,80. Tingginya risiko bencana Indonesia tidak terlepas dari lokasinya di Pacific Ring of Fire dan pertemuan tiga lempeng tektonik. Kondisi tersebut membuat Indonesia rawan gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api. Indonesia juga menghadapi banjir, longsor, kebakaran, dan kekeringan.

Berdasarkan data EM-DAT yang dilansir World Bank, terdapat sekitar 464 bencana besar di Indonesia sepanjang 1900-2016. Bencana-bencana tersebut menewaskan lebih dari 240.000 orang.

Salah satu bencana paling dahsyat adalah gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Gempa besar di lepas pantai Sumatra memicu tsunami yang menghantam sejumlah wilayah di Samudra Hindia dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah sangat besar.

4. Kolombia 

Kolombia berada di posisi keempat dengan skor World Risk Index 39,26. Negara ini memiliki kawasan pegunungan Andes dengan aktivitas tektonik dan vulkaniknya. Kondisi tersebut membuat Kolombia rentan terhadap gempa bumi, letusan gunung api, longsor, dan banjir.

Data CRED-EM-DAT yang dilansir World Bank mencatat 176 kejadian bencana di Kolombia sepanjang 1900-2017. Banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan 78 kasus, disusul longsor sebanyak 42 kasus, dan gempa bumi sebanyak 25 kasus.

Bencana paling mematikan dalam sejarah Kolombia terjadi saat Gunung Nevado del Ruiz meletus pada 13 November 1985. Letusan tersebut memicu lahar yang bergerak hingga sekitar 100 kilometer dan menewaskan lebih dari 25.000 orang, termasuk sekitar 23.000 korban di Kota Armero.

5. Meksiko 

Meksiko menempati peringkat kelima dengan skor World Risk Index 38,96. Wilayah pesisir Pasifik Meksiko berada di kawasan Ring of Fire sehingga negara ini rentan terhadap gempa bumi, tsunami, dan aktivitas gunung api. Longsor serta banjir juga dapat terjadi sebagai dampak lanjutan dari bencana utama.

Berdasarkan data dari Emergency Events Database (EM-DAT), tercatat telah terjadi 465 bencana alam di Meksiko dan kawasan Amerika Tengah selama periode 1902-2007.

Dari ratusan kejadian yang tercatat, bencana tersebut menyebabkan lebih dari 160.000 orang meninggal dan berdampak terhadap sekitar 32 juta orang.

Salah satu bencana paling dahsyat di Meksiko adalah gempa 19 September 1985 berkekuatan 8,1 SR. USGS mencatat sedikitnya 9.500 orang meninggal, sekitar 30.000 orang terluka, dan 100.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat gempa tersebut.

6. Myanmar 

Myanmar menempati peringkat keenam dalam daftar negara dengan risiko bencana tertinggi, dengan skor World Risk Index 36,91. Tingginya risiko tersebut dipengaruhi oleh paparan Myanmar terhadap berbagai ancaman alam serta kondisi kerentanan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Salah satu bencana paling dahsyat dalam sejarah Myanmar adalah Siklon Nargis yang menerjang negara tersebut pada 2 Mei 2008. Siklon ini mendarat di wilayah Ayeyarwady dan membawa angin hingga sekitar 200 kilometer per jam, disertai hujan lebat serta gelombang badai yang mencapai 12 meter di sejumlah wilayah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Nargis sebagai bencana alam terburuk dalam sejarah Myanmar. Bencana tersebut menyebabkan sekitar 140.000 orang meninggal atau dinyatakan hilang dan berdampak terhadap hampir 2,4 juta orang di 37 wilayah administratif di kawasan Ayeyarwady dan Yangon.

Dampaknya tidak hanya berupa korban jiwa. Rumah, fasilitas umum, sumber air, lahan pertanian, serta mata pencaharian masyarakat ikut mengalami kerusakan. Kerugian akibat Siklon Nargis diperkirakan mencapai sekitar 4 miliar dolar AS.

(Siti Nahdia Usman)

(Arga Sumantri)