Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Menristekdikti) Brian Yuliarto. Metrotvnews.com/Kautsar
Prabowo Instruksikan Menristekdikti Percepat Hilirisasi Logam Tanah Jarang hingga Mobil Nasional
Kautsar Widya Prabowo • 15 January 2026 23:53
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Menristekdikti) Brian Yuliarto ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis malam, 15 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan arahan agar percepatan hilirisasi mineral kritis, khususnya logam tanah jarang (rare earth), segera dilakukan.
“Presiden mengarahkan agar proses ini dipercepat. Teknologinya harus segera kita kuasai, sehingga kandungan mineral kritis, salah satunya rare earth, bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Brian usai pertemuan, Kamis, 15 Januari 2026.
Selain hilirisasi mineral kritis, rapat yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut membahas wacana pengembangan mobil nasional (mobnas). Menurut Brian, logam tanah jarang menjadi salah satu material strategis yang akan digunakan dalam industri kendaraan nasional, khususnya kendaraan listrik.
“Salah satu aplikasinya adalah untuk NDPR, yaitu bahan magnet permanen yang sangat dibutuhkan dalam kendaraan listrik,” jelas Brian.
Baca Juga:
Danantara Bakal Groundbreaking Sejumlah Proyek Hilirisasi di Februari 2026 |
Pertemuan tersebut turut dihadiri Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Sigit Puji Santosa. Keterlibatan BPI Danantara diharapkan dapat mempercepat hilirisasi logam tanah jarang, terutama dalam menjalin kerja sama teknologi dan investasi dengan mitra luar negeri.
“Bagaimana hilirisasi rare earth ini bisa segera diwujudkan, termasuk kerja sama teknologi dengan luar negeri jika memang kita belum sepenuhnya menguasai. Namun, riset dan pendalaman harus segera dilakukan agar Indonesia memiliki industri logam tanah jarang dari hulu hingga hilir,” ujar Brian.