Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencoba salah satu menu minuman berlabel Nutri-Level di Jakarta. Foto: Antara.
Kemenkes Gandeng Swasta Sosialisasi Label Gizi Produk Minuman
Anggi Tondi Martaon • 12 May 2026 14:58
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng sektor swasta dalam menyosialisasikan kebijakan pencantuman label nutrisi (Nutri-Level) pada produk minuman di Indonesia. Aturan tersebut resmi diluncurkan hari ini.
"Hari ini kita launching untuk label Nutri-Level," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari Antara, Selasa, 12 Mei 2026.
Sektor swasta tersebut adalah PT Lippo Malls Indonesia (LMI), Universitas Pelita Harapan (UPH), dan Siloam International Hospitals.
Menurut Menkes, kolaborasi ini menjadi langkah nyata lintas sektor antara pemerintah, pelaku industri, institusi pendidikan, dan layanan kesehatan, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi makanan dan minuman yang lebih bijak dan seimbang.
Melalui label ini konsumen dapat memahami kualitas nutrisi produk secara lebih cepat, mudah, dan informatif.
Menurut Menkes, penerapan label nutrisi ini penting seiring meningkatnya risiko penyakit tidak menular akibat konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan, seperti obesitas, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga diabetes tipe 2.
Menkes berharap dengan pencantuman Nutri-Level pada produk dapat membantu masyarakat mengambil keputusan konsumsi yang lebih bijak, sekaligus mendorong terbentuknya pola hidup yang lebih sehat.

Ilustrasi label nutrisi (Nutri-Level). Foto: Instagram Kemenkes.
Dalam kesempatan tersebut, Menkes berkesempatan untuk mencicipi minuman yang telah berlabel Nutri-Level dari sebuah restoran. Sementara President UPH Stephanie Riady mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dukungan sektor swasta terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat Indonesia.
"Sebagai ruang publik yang dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, LMI memiliki peran strategis dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang mudah diakses dan relevan bagi masyarakat luas. Sedangkan kolaborasi bersama UPH dan Siloam diharapkan dapat memperkuat implementasi program ini secara menyeluruh, mulai dari edukasi, pengujian, hingga penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat," kata Stephanie Riady.