Delapan Kabupaten di Jawa Tengah Dilanda Kekeringan

Personel BPBD Kabupaten Pemalang mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Pemalang, Jumat, 18 September 2026. Foto: BPBD Kabupaten Pemalang

Delapan Kabupaten di Jawa Tengah Dilanda Kekeringan

Silvana Febiari • 19 September 2026 14:19

Jakarta: Kekeringan melanda delapan kabupaten di Jawa Tengah sejak awal Juli 2026. Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Pemalang, Grobogan, Temanggung, Semarang, Pekalongan, Cilacap, Klaten, dan Purbalingga.

"Sebanyak delapan kabupaten di Jawa Tengah dilanda kekeringan sejak awal bulan Juli 2026," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 September 2026. 

Di Kabupaten Pemalang, kekeringan berdampak pada tujuh kecamatan, yakni Belik, Bawang, Pulosari, Watukumpul, Bantarbolang, Randudongkal, dan Bodeh. Sebanyak 10.764 kepala keluarga (KK) terdampak dan BPBD Kabupaten Pemalang telah melakukan distribusi air bersih.


BPBD Kabupaten Pemalang mendistribusikan 109.000 liter air bersih menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan 4.000 liter pada Jumat, 18 September 2026. Sebanyak 89.000 liter berasal dari BPBD dan 20.000 liter dari Yon TP yang disalurkan langsung kepada masyarakat.

"Kendala di lapangan adalah kurangnya tempat penampungan air," ujar Berton.

Di Kabupaten Grobogan, kekeringan melanda 15 kecamatan dengan 2.313 KK terdampak. BPBD Kabupaten Grobogan bersama CSR PT Podo Rukun, Lembaga Amil Zakat Al Abidin, dan Yayasan Solo Peduli Ummat menyalurkan 58.000 liter air bersih menggunakan dua unit truk tangki BPBD dan satu unit tangki CSR PT Podo Rukun.


Personel BPBD Kabupaten Pemalang mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Pemalang, Jumat, 18 September 2026. Foto: BPBD Kabupaten Pemalang


Sementara di Temanggung, kekeringan berdampak pada tujuh kecamatan dengan 941 KK masuk dalam pendataan. BPBD Kabupaten Temanggung mengirimkan satu tangki atau 5.000 liter air bersih kepada 140 KK atau 600 jiwa pada Kamis, 17 September 2026.

"Di Kabupaten Semarang, sebanyak tujuh kecamatan terdampak kekeringan yaitu Kecamatan Bancak, Sumowono, Bringin, Suruh, Ungaran Timur, Bawen, dan Pringapus," ungkap Berton.

Warga terdampak dalam pendataan sebanyak 1.269 KK. BPBD Kabupaten Semarang telah mendistribusikan empat tangki atau 20.000 liter air bersih ke Desa Kemitir.

Kekeringan juga melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Pekalongan dengan 3.587 KK terdampak. BPBD Kabupaten Pekalongan mendistribusikan 46.000 liter air bersih ke Desa Sawangan, Desa Wringinagung, dan Desa Legokkalong.

"Di Cilacap, sebanyak 11 kecamatan terdampak kekeringan dengan 5.639 KK masuk dalam pendataan. Pada Jumat, 18 September 2026, BPBD Kabupaten Cilacap bersama CSR melakukan distribusi air bersih sebanyak 29.000 liter," papar Berton.


Personel BPBD Kabupaten Pemalang mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Pemalang, Jumat, 18 September 2026. Foto: BPBD Kabupaten Pemalang


Di Kabupaten Klaten, kekeringan melanda lima kecamatan dan berdampak pada 5.440 KK. BPBD Kabupaten Klaten juga telah mendistribusikan 12 tangki atau 60.000 liter air bersih kepada 377 KK atau 1.340 jiwa.

Sementara di Kabupaten Purbalingga, kekeringan berdampak pada 11 kecamatan dengan 3.287 KK terdampak. BPBD Kabupaten Purbalingga menyalurkan sembilan tangki atau 45.000 liter air bersih kepada 657 KK atau 2.285 jiwa.

Di tengah kondisi cuaca yang terik, Berton mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Pastikan bara api telah padam sempurna sebelum membuang," ucap Berton.

(Silvana Febiari)