Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal. Foto: Dok. Istimewa.
Strategi Fiskal dan Ketahanan Pangan Dinilai Relevan Hadapi Krisis Global
Fachri Audhia Hafiez • 16 September 2026 22:17
Lhokseumawe: Formulasi tata cara pengelolaan negara dinilai penting dirumuskan. Khususnya dalam menghadapi ancaman krisis global, menjaga ketahanan pangan, mengatur kebijakan fiskal, hingga memperkuat stabilitas ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal saat menghadiri bedah buku karyanya berjudul Strategi Fiskal Nabi Yusuf: Pelajaran Abadi untuk Negeri di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Aceh. Dia mencontohkan formula yang diterapkan Nabi Yusuf AS.
Baca Juga :
"Kisah Nabi Yusuf AS tidak sekadar mengajarkan nilai kesabaran dan keteguhan iman saat menghadapi cobaan hidup. Lebih dari itu, kisah tersebut menyimpan cetak biru dan konsep penting mengenai tata cara sebuah negara dalam menghadapi ancaman krisis global, mengelola ketahanan pangan, mengatur kebijakan fiskal, serta memperkuat stabilitas ekonomi masyarakat," ujar Cucun dikutip melalui keterangan tertulis, Rabu, 16 September 2026.
Cucun menjelaskan, gagasan penguatan fiskal dan manajemen krisis pangan tersebut sangat relevan. Khususnya untuk diadopsi dalam perumusan kebijakan ekonomi modern
"Demi kemaslahatan publik dan ketahanan nasional jangka panjang," ucap Cucun.

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal (tengah). Foto: Dok. Istimewa.
Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Danial mengapresiasi pemaparan tersebut. Menurutnya, ruang diskusi ilmiah ini berhasil membuka cakrawala berpikir akademisi mengenai integrasi nilai keagamaan dalam tata kelola perekonomian bangsa.
Kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan Pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN Sultanah Nahrasiyah periode 2026–2030 ini dihadiri ratusan peserta, jajaran civitas akademika, Anggota DPR RI Fraksi PKB Ruslan M. Daud, serta unsur Forkopimda Lhokseumawe. Momentum ini diharapkan melahirkan kontribusi pemikiran konkret bagi pembangunan daerah dan nasional.