Pemkot Jakpus Utamakan Peserta CKG Jalani Terapi di Puskesmas Sebelum Dirujuk

Ilustrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG). Foto: Istimewa.

Pemkot Jakpus Utamakan Peserta CKG Jalani Terapi di Puskesmas Sebelum Dirujuk

Anggi Tondi Martaon • 16 July 2026 20:29

Jakarta: Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat mengutamakan penanganan peserta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan melalui terapi di puskesmas sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan. Setiap temuan langsung ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan di puskesmas sesuai kondisi peserta.

"Jika terdapat temuan saat CKG, langsung ditindaklanjuti oleh petugas puskesmas yang bertugas. Seperti peserta diabetes melitus sudah diberikan terapi langsung dengan diberikan obat, jika butuh rujukan akan dibuatkan rujukan," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Ilmi Tri Indiarto dikutip dari Antara, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan sebagian besar peserta CKG merupakan masyarakat yang datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Sehingga tidak seluruhnya membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit.

Menurut dia, peserta yang terdeteksi memiliki faktor risiko atau penyakit tertentu umumnya terlebih dahulu mendapatkan pengobatan di puskesmas. Mereka diminta menjalani kontrol berkala untuk memantau perkembangan kondisinya.

"Secara umum yang dilakukan CKG adalah orang yang sehat jadi jarang langsung diberikan rujukan. Biasanya diberikan obat dari puskesmas dan diminta kontrol kembali, bila tidak ada perbaikan baru kita berikan rujukan," ungkap Ilmi.

Selain memastikan tindak lanjut, Sudin Kesehatan Jakarta Pusat melakukan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian terhadap pelaksanaan program CKG di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Ilmi mengatakan pembinaan tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta penguatan promosi kesehatan agar masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit.

Ilustrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG). Foto: Istimewa.

Program Cek Kesehatan Gratis merupakan layanan skrining kesehatan yang bertujuan mendeteksi dini faktor risiko penyakit sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif. Melalui tindak lanjut di tingkat puskesmas, pemerintah berharap kondisi kesehatan masyarakat dapat ditangani lebih cepat sehingga mengurangi risiko berkembangnya penyakit yang lebih berat.

"Sudin melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian, memberikan peningkatan wawasan bagi petugas kesehatan di fasyankes serta promosi kesehatan terkait pencegahan dan penanggulangan penyakit," ujar Ilmi.

(Anggi Tondi)