SBY Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Seniman Besar Indonesia

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono saat berada di rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta. Foto: Metro TV/Damar.

SBY Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Seniman Besar Indonesia

Muhammad Adyatma Damardjati • 26 September 2026 12:52

Jakarta: Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan duka cita atas berpulangnya Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra bin Soekarno. Ia mengenang almarhum sebagai putra bangsa yang telah banyak berbuat untuk negeri melalui mahakarya di bidang seni.

Hal itu disampaikan SBY mengunjungi rumah duka bersama Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono dan Wakil Sekjen Demokrat Syahrial Nasution. Menurut dia, kecintaan Guruh kepada Indonesia diekspresikan lewat karya seni.

"Hari ini kita kehilangan seorang putra bangsa, Mas Guruh Sukarnoputra. Beliau bukan hanya putra dari presiden pertama kita, proklamator kita, dan pejuang kemerdekaan kita. Mas Guruh telah melakukan banyak hal untuk negeri ini melalui mahakaryanya di bidang seni," ujar SBY di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Kebayora Baru, Jakarta, Sabtu, 26 September 2026. 

SBY menyebut karya almarhum meliputi lagu, pagelaran seni bersama Swara Maharddhika, hingga lukisan. Almarhum juga disebut menjalankan peran sebagai wakil rakyat dengan setia dan sabar.
 


"Semua tahu bahwa kecintaan Mas Guruh kepada Indonesia tercinta diekspresikan dalam karya seninya, apakah lagu, apakah pagelaran seni dengan Swara Maharddhika yang sangat terkenal, dan lagu-lagu beliau, juga lukisan-lukisan beliau," ungkap SBY.

SBY mengenang pernah mengundang almarhum ke Kantor Presiden di Istana Negara saat dirinya memimpin Indonesia. Mereka berbincang lama soal pendekatan budaya dan seni untuk bangsa.

"Secara khusus beliau saya undang ke Kantor Presiden di Istana Negara. Cukup lama kami berbincang-bincang tentang banyak hal, mendengarkan pikiran-pikiran beliau. Bukan di bidang politik, tapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya, pendekatan seni," sebut SBY.

SBY juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan almarhum dua tahun lalu. Keduanya sama-sama diundang menyumbangkan lukisan dalam pameran yang digelar Kompas.

Guruh Soekarnoputra. Foto: Medcom.id.

"Dua tahun yang lalu, barangkali farewell saya dengan beliau, kami sama-sama diundang untuk menyumbangkan lukisan-lukisan kami dalam pameran lukisan yang diselenggarakan oleh Kompas. Mas Guruh menyumbangkan dua lukisannya, saya juga sama. Di situlah kami dengan santai berbincang-bincang kembali dengan Mas Guruh," ujar SBY.

SBY menyebut sejumlah mahakarya almarhum, seperti Kala Sang Surya Tenggelam serta Galih dan Ratna yang dinyanyikan Chrisye. Menurutnya, almarhum adalah seniman dan budayawan besar yang sangat mencintai negerinya.

"Mengenang Guruh Sukarnoputra, mengenang seniman, budayawan besar Indonesia. Mengenang seseorang yang sangat mencintai negaranya, memiliki nasionalisme yang positif," kata SBY.

Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Sukarno meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada usia 73 tahun. 

Sejumlah tokoh penting turut hadir di rumah duka, di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

(Anggi Tondi)