5 Jalur Kereta Api dengan Pemandangan Terindah di Indonesia

Dok: Instagram @kai121_

5 Jalur Kereta Api dengan Pemandangan Terindah di Indonesia

Putri Purnama Sari • 22 September 2026 09:34

Jakarta: Kereta api merupakan moda transportasi yang kerap kali digunakan saat bepergian jarak jauh. Selain lebih efisien karena bebas dari kemacetan, sejumlah jalur kereta api di Indonesia juga menawarkan pemandangan alam yang membuat perjalanan terasa semakin menyenangkan.

Mulai dari pegunungan, persawahan, perkebunan, jembatan, hingga terowongan bersejarah, panorama yang disuguhkan di sepanjang perjalanan membuat penumpang betah melihat ke luar jendela.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui akun Instagram @kai121_ membagikan lima jalur kereta api dengan pemandangan yang menarik untuk dinikmati selama perjalanan. Berikut lima jalur kereta terindah di Indonesia yang bisa menjadi pilihan.

5 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia


Dok: Instagram @kai121_

1. Jalur Kereta Api Cicalengka-Tasikmalaya

Jalur Kereta Api Cicalengka-Tasikmalaya menjadi salah satu lintas pegunungan yang ikonik di Indonesia. Jalur ini beroperasi sejak 1887 hingga 1894.

Sepanjang perjalanan, penumpang dapat menikmati panorama Stasiun Nagreg yang dikenal sebagai salah satu stasiun aktif tertinggi di Indonesia. Pemandangan lainnya meliputi lereng Gunung Mandalawangi, hamparan persawahan Garut, hingga Tikungan Tapal Kuda Kadungora.

Perjalanan juga melewati Stasiun Cipeundeuy, yang menjadi salah satu titik pemberhentian kereta untuk pemeriksaan rem sebelum perjalanan dilanjutkan.

2. Jalur Kereta Api Blitar-Malang-Bangil

Jalur Kereta Api Blitar-Malang-Bangil atau yang dikenal sebagai Jalur Kantong telah beroperasi sejak 1878 hingga 1897.

Jalur ini menawarkan perpaduan antara panorama alam dan sejumlah peninggalan infrastruktur perkeretaapian. Penumpang dapat melihat Jembatan Lahor, Terowongan Karangkates I dan II, serta Bendungan Ir. Sutami selama perjalanan.

Selain itu, sejumlah gunung juga dapat menjadi bagian dari pemandangan, seperti Gunung Semeru, Bromo, Arjuno, dan Welirang. Perjalanan juga melewati kawasan Kampung Warna-Warni Malang yang menambah daya tarik jalur ini.

3. Jalur Kereta Api Prupuk-Bumiayu-Purwokerto-Kroya

Jalur Kereta Api Prupuk-Bumiayu-Purwokerto-Kroya dibuka pada 1916 hingga 1917. Jalur ini menjadi salah satu lintas utama di wilayah selatan Jawa yang menghubungkan sejumlah kota besar, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya.

Sepanjang perjalanan, penumpang dapat menikmati panorama Pegunungan Pembarisan dan kaki Gunung Slamet. Jalur ini juga melewati sejumlah jembatan dan terowongan yang menjadi bagian menarik dari perjalanan.

Beberapa di antaranya adalah Jembatan Sakalibel, Sungai Serayu, Terowongan Notog, hingga Terowongan Kembar Kebasen.

4. Jalur Kereta Api Jember-Banyuwangi

Bagi penumpang yang melakukan perjalanan menuju Banyuwangi, Jalur Kereta Api Jember-Banyuwangi menawarkan panorama khas wilayah timur Pulau Jawa.

Jalur yang beroperasi sejak 1897 hingga 1903 ini menyuguhkan pemandangan pegunungan, hutan, serta perkebunan di sepanjang perjalanan.

Sejumlah panorama yang dapat dinikmati antara lain Gunung Gumitir, Terowongan Garahan, Terowongan Mrawan, Gunung Raung, dan Gunung Ijen. Hamparan perkebunan serta pepohonan kelapa juga turut menemani perjalanan menuju Banyuwangi.

5. Jalur Kereta Api Purwakarta-Padalarang

Jalur Kereta Api Purwakarta-Padalarang telah beroperasi sejak 1906 dan menjadi salah satu lintas legendaris yang menghubungkan wilayah Jakarta dan Bandung.

Jalur ini menawarkan panorama khas pegunungan di kawasan Priangan. Salah satu pemandangan yang dapat dinikmati penumpang adalah Jembatan Cikubang dan Cisomang yang membentang di atas lembah.

Perjalanan juga melewati Terowongan Sasaksaat, sehingga penumpang dapat menikmati perpaduan antara panorama alam dan infrastruktur perkeretaapian yang menjadi bagian dari perjalanan.

Lima jalur tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menggunakan kereta api di Indonesia tidak hanya menjadi sarana untuk mencapai tujuan. Sepanjang perjalanan, penumpang juga dapat menikmati beragam panorama alam dan berbagai infrastruktur perkeretaapian yang memiliki nilai sejarah.

(Putri Purnama Sari)