Mobil Damkar Bogor menyemprot air ke jalan untuk membersihkan abu vulkanik. Foto: Dok. Damkar Kabupaten Bogor.
Damkar Dikerahkan Bersihkan Abu Vulkanik di Ruang Publik
Media Indonesia • 7 September 2026 22:10
Jakarta: Personel dan kendaraan pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk membersihkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengendap di sejumlah fasilitas dan ruang publik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi material abu yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan kesehatan warga.
"Penyemprotan ini untuk mengurangi material abu yang mengendap di berbagai permukaan. Abu vulkanik di jalan berpotensi kembali beterbangan ketika tertiup angin atau dilintasi kendaraan," kata Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali (ZA), dikutip dari Media Indonesia, Senin, 7 September 2026.
Safrizal mengatakan penyemprotan tersebut bagian dari kepedulian terhadap pelayanan publik. Kehadiran personel damkar bukti kehadiran negara di lokasi bencana dalam waktu yang cepat.
"Damkar tidak hanya hadir pada pemadaman kebakaran tapi juga pada penanggulangan bencana alam,” ungkap Safrizal.
“Terima kasih kepada personel Damkar atas partisipasi aktif tersebut. Damkar tidak hanya hadir pada pemadaman kebakaran tapi juga pada penanggulangan bencana alam,” sebut Safrizal.
Safrizal mengapresiasi aksi cepat personel Damkar Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Kota Bogor, dan wilayah lain yang telah menyemprot jalan, membersihkan fasilitas umum, hingga ke rumah sakit.

Penyemprotan air di beberapa ruas jalan Kota Bandung. Foto: Metrotvnews.com/Roni K.
Safrizal mengatakan damkar dapat berkolaborasi dengan kepolisian dalam melakukan pembersihan di wilayah terdampak. Sebab, Korps Bhayangkara memiliki unit yang dapat menyemprotkan air.
“Damkar bisa berkolaborasi dengan Polri yang memiliki mobil penyemprotan untuk bersama-sama membersihkan abu vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan warga,” ujar Safrizal.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda terpantau menyebar ke lima provinsi. Yakni, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.